MBG bagi 19 Madrasah
KABUPATEN - Suplai makan bergizi gratis (MBG) masih dinanti ribuan siswa di Kabupaten Mojokerto. Terutama siswa yang bersekolah di lembaga pendidikan madrasah yang saat ini baru ada 19 lembaga yang disasar program besutan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru berdiri terus dijalin agar penyaluran MBG kepada siswa madrasah bisa meluas.
Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Masrukhan mengatakan, pihaknya masih berkomunikasi dengan pengelola SPPG untuk mengoptimalkan penyaluran MBG bagi siswa madrasah. Khususnya SPPG yang baru beroperasi atau yang masih proses pembangunan. Koordinasi ini untuk menentukan jumlah lembaga dan siswa madrasah yang masuk dalam pembagian bantuan paket makanan. ’’Sementara ini belum ada tambahan laporan data siswa dan lembaga yang menerima MBG. Kami baru akan berkoordinasi dengan pihak pengelola SPPG yang sudah berdiri,’’ ujarnya.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), ada 6 SPPG yang tersebar di 5 kecamatan sudah legal dan resmi beroperasi di Kabupaten Mojokerto. Lima di antaranya telah aktif menyuplai makanan sejak Maret lalu. Yakni SPPG Kembangbelor 1 dan 2, Kecamatan Pacet yang khusus menyuplai makanan untuk santri dan siswa di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet. Lalu SPPG Ngoro, Kecamatan Ngoro yang menyuplai siswa di kawasan timur Mojokerto. Ada pula SPPG Sumolawang, Kecamatan Puri yang turut menyuplai MBG untuk siswa di sekolah reguler dan madrasah.
Sedangkan, SPPG SPN Polda Jatim, Kecamatan Bangsal yang telah membagikan MBG di sekitar lokasi pendidikan polisi tersebut. ’’19 lembaga itu berasal dari 5 SPPG yang sudah aktif,’’ tandasnya. Terbaru, satu SPPG di Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu baru saja berdiri dan siap membagikan paket makanan sehat dan bergizi kepada siswa dan santri madrasah.
Saat ini, kemenag tengah menunggu proses pendataan siswa dan lembaga sebelum dibagikan. Termasuk beberapa SPPG yang masih proses membangun dapur umum sebelum diresmikan BGN, yakni di Desa Balongmojo, Kecamatan Puri dan di Desa Wonodadi, Kutorejo. ’’Kami menunggu hasil pendataan mereka (pengelola SPPG baru). Kami sudah menyodorkan beberapa lembaga dengan jumlah siswa,’’ pungkasnya.
Di Kabupaten Mojokerto sendiri jumlah madrasah yang tersebar di 18 kecamatan mencapai 558 lembaga. Terdiri dari raudhatul athfal (RA) sebanyak 197 lembaga, madrasah ibtidaiyah (MI) 207 lembaga, madrasah tsanawiyah (MTs) 97 lembaga, dan madrasah aliyah (MA) 57 lembaga. Dari jumlah itu, total siswanya mencapai 77.682 orang. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi