Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

SDN Kutogirang, Kecamatan Ngoro Tanamkan Budaya Sekolah dan G7KAIH lewat MPLS Ramah

Martda Vadetya • Jumat, 25 Juli 2025 | 03:32 WIB
SEMARAK: Kepala SDN Kutogirang Noyo bersama para siswa baru melepas balon dalam pembukaan MPLS
SEMARAK: Kepala SDN Kutogirang Noyo bersama para siswa baru melepas balon dalam pembukaan MPLS

BAGI SDN Kutogirang, Kecamatan Ngoro, masa transisi dari PAUD ke SD merupakan tahapan penting bagi setiap siswa. Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang digelar selama 12 hari pun tak sekadar untuk mengenalkan siswa pada lingkungan sekolah. Melainkan juga menanamkan kebiasaan positif, budaya sekolah, dan menerapkan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).

Kepala SDN Kutogirang Noyo, S.Pd, menerangkan, sebanyak 40 siswa menjalani serangkaian kegiatan MPLS mulai 14-26 Juli mendatang. Di sekolah yang menjadi jujukan studi banding sekolah lain ini, MPLS melibatkan seluruh warga sekolah. Baik wali murid, guru, komite hingga kepala sekolah dan Bunda PAUD. ’’Untuk tahun ini kami mengangkat tema khusus, yaitu Akhlakul Karimah sebagai Fondasi Karakter Pelajar Pancasila yang Religius dan Beradab,’’ terangnya.

Berbeda dengan tahun lalu, lanjut Noyo, siswa baru kini diajak membiasakan G7KAIH dan program pertemuan pagi ceria setiap harinya. Sehingga, MPLS ini bisa meninggalkan kesan baik bagi setiap murid untuk pembelajaran kedepannya. ’’Karena tahun lalu MPLS cenderung pada pengenalan profil pelajar Pancasila hingga pengenalan cara pencegahan kekerasan,’’ ungkap Noyo.

Di samping itu, di sekolah menuju Adiwiyata Mandiri ini juga ditanamkan kebiasaan baik sejak dini. Mulai dengan merawat tanaman di lingkungan sekolah hingga mencuci piring sendiri setelah makan. ’’Lingkungan SDN Kutogirang yang asri dan adanya kantin sehat ala kafe di sini, bisa mendukung siswa belajar dan melatih kemandirian,’’ sebut pria yang menyandang status Kepala Sekolah Berkinerja Terbaik di Kabupaten Mojokerto ini.

Dalam tema besar MPLS Ramah ini, para siswa menjalani beragam kegiatan sarat manfaat. Utamanya kegiatan yang fokus pada pembentukan karakter murid untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. ’’Di sini didukung dengan kantin yang jajanannya aman dan bebas dari penyedap pewarna, pemanis, pengawet, maupun pengenyal (5P). Harapannya, murid menjadi sehat dan hebat menuju Indonesia Emas 2045,’’ urai Noyo.

Dalam MPLS yang tengah bergulir ini, SDN Kutogirang ditunjuk sebagai sampel Advokasi Implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) oleh BBPMP Provinsi Jawa Timur. ’’Dalam MPLS ini juga sebagai momen guru-guru mengenal karakteristik masing-masing murid untuk merancang pembelajaran mendalam (deep learning) yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,’’ tandasnya. (vad/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#MPLS 2025 #Ngoro Mojokerto #SDN Kutogirang #Budaya Sekolah yang Kondusif #siswa baru