Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ini menjadi momen istimewa untuk menyambut generasi gemilang ke dalam keluarga besar SDN Ketapanrame 2. Sekolah lantas mengajak semua warga sekolah menjadikan MPLS sebagai ajang membentuk karakter sejak dini. Sekaligus menghadirkan kesan positif bagi siswa baru.
Kepala SDN Ketapanrame 2 Bustanul Arifin mengatakan, implementasi 7 kebiasaan anak Indonesia hebat (KAIH) menjadi fokus masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) SDN Ketapanrame 2. Berbagai kegiatan positif pun digelar sebagai wujud gerakan yang diluncurkan Kemendikdasmen RI untuk membentuk karakter anak Indonesia hebat.
’’Kami ajak semua warga sekolah menjadikan MPLS sebagai ajang membentuk karakter sejak dini,’’ ungkapnya. Melalui pembiasaan 7 KAIH, diharapkan para peserta didik ini menjadi generasi gemilang. Mereka akan menjadi generasi emas sesuai harapan pemerintah. Kegiatan MPLS ini tak sekadar diikuti kelas 1, melainkan turut melibatkan kakak kelas dan orang tua siswa.
’’Jadi, MPLS bukan hanya seremonial penyambutan siswa baru. Untuk memberi kesan positif di hari pertama masuk sekolah, siwa baru dikenalkan dengan lingkungan sekolah. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, toilet, hingga ruang UKS. Ini membantu mereka merasa lebih nyaman dan aman saat bersekolah’’ jelasnya.
Selama MPLS, siswa juga diajak bermain permainan kelompok, sesi pengenalan, dan ice breaking. Hal ini agar siswa bisa mengenal teman-teman baru serta membangun hubungan yang positif dengan guru. MPLS di SDN Ketapanrame 2 juga diisi dengan muatan pembelajaran karakter. Seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kerja sama. ’’Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting bagi kehidupan sekolah anak-anak ke depan,’’ pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi