Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bukan sekadar orientasi awal pembelajaran. Di SMPN 1 Mojoanyar, kegiatan MPLS tahun ajaran 2025/2026 dikemas dengan kegiatan inovatif dan edukatif. MPLS yang berlangsung selama lima hari ini menjadi sarana bagi para murid baru mengenal lebih jauh sekolah mereka, termasuk kurikulum baru tentang cara belajar di sekolah.
Pelaksanaan MPLS disesuaikan dengan berbagai kegiatan positif yang diikuti siswa kelas VII. ’’Kegiatan MPLS tak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, namun juga menanamkan nilai-nilai karakter, budaya lokal, dan kepedulian terhadap kesehatan serta lingkungan sejak dini kepada murid baru,’’ kata Kepala SMPN 1 Mojoanyar Sugito.
Mengusung tema MPLS Ramah, siswa baru diajarkan tentang sosialisasi bahaya penggunaan narkoba, dampak buruk dari judi online, dan untuk menanamkan sikap anti-bullying di sekolah. Dengan adanya MPLS ini, diharapkan dapat membantu para murid baru untuk bisa beradaptasi serta mengenal murid baru lainnya dan para guru.
’’Selain itu mereka juga perlu mengetahui aturan-aturan yang berlaku di sekolah yang ramah tamah dan ramah lingkungan. Sehingga tercipta lingkungan belajar yang disiplin, nyaman, dan saling menghargai satu sama lain,’’ paparnya.
Sugito menuturkan, proses pendidikan di SMPN 1 Mojoanyar mengedepankan pengembangan kepribadian siswa yang beriman, cerdas, dan berintegritas. Setiap kegiatan di lingkungan sekolah, termasuk teguran atau bimbingan dari guru, merupakan bagian dari proses pembelajaran yang bermakna dan inklusif.
’’Proses ini dirancang untuk melibatkan seluruh siswa tanpa memandang latar belakang, memastikan semua siswa merasa setara dan saling mendukung untuk belajar dan berkembang secara optimal,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi