KOTA - Para peserta didik baru di Kota Mojokerto bakal tetap mengenakan seragam lama pada tahun ajaran 2025/2026. Pasalnya, pengadaan kain seragam gratis untuk jenjang SD maupun SMP sederajat ini baru akan dibagikan pada pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pertengahan Juli nanti.
Pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB) telah tuntas dilaksanakan. Namun, setelah merampungkan tahap pendaftaran ulang, para peserta didik masih harus bersabar untuk menerima paket bantuan seragam gratis dari Pemkot Mojokerto.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo menyebutkan, pengadaan paket seragam gratis saat ini masih dalam tahap finishing. Sehingga, paket bantuan berupa kain ini belum disalurkan kepada seluruh peserta didik baru. ’’Seragam sudah proses produksi, tapi belum semuanya tuntas,’’ ungkapnya.
Menurutnya, proses produksi kain seragam ditargetkan akan rampung dalam pekan ini. Sehingga, minggu depan sudah bisa diproses untuk pengiriman. ’’Kita minta pelaksananya untuk mengirim tiga setel sekaligus dalam satu paket,’’ ungkapnya.
Ruby mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pendistribusian ke sekolah-sekolah. Mengingat, tahun ini Dikbud Kota Mojokerto mengalokasikan kurang lebih 10 ribu setel kain seragam. Berupa, pengadaan kain dengan yang dikucurkan anggaran sekitar Rp 2 miliar ini menyasar seluruh siswa baru. Baik pada jenjang SD dan SMP yang diterima dalam SPMB.
Tiap siswa sedianya dijatah untuk mendapat setelan kain seragam nasional, seragam khas, dan seragam pramuka. Namun, Ruby menyatakan pembagian paket bantuan kain seragam gratis akan dilaksanakan saat MPLS yang digulirkan 14 Juli nanti. ’’Jadi, masing-masing siswa nanti kami kasih kesempatan untuk menjahitkan,’’ tuturnya.
Dengan begitu, peserta didik baru masih diperkenankan mengenakan pakaian seragam lama dari jenjang sekolah sebelumnya saat permulaan tahun ajaran 2025/2026. Sehingga, Ruby juga meminta agar orang tua siswa tidak lagi membeli seragam. ’’Bagi yang masuk SMP, siswa boleh menggunakan seragam SD dulu, begitu juga yang SD nanti boleh pakai seragam TK dulu,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi