Imbas Persaingan Nilai dan Populasi Minim
MOJOKERTO RAYA - Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) tahap ketiga atau jalur domisili tingkat SMA Negeri resmi berakhir, Jumat (27/6). Namun dari 14 SMA yang tersebar di Mojokerto, masih ditemukan sekolah yang disinyalir pagunya belum terpenuhi.
Terutama di jalur domisili sebaran yang menampung calon murid dari desa/kelurahan di wilayah rayon dengan kuota sebesar 15 persen dari total pagu. Selain berada di wilayah dengan tingkat populasi sedikit, beberapa sekolah juga kalah bersaing dengan sekolah lain baik negeri maupun swasta, sehingga jumlah pendaftar di jalur ini kurang diminati.
Sebut saja SMA Negeri Kutorejo yang hanya diminati 31 calon siswa baru. Minimnya jumlah pendaftar ini disinyalir karena mereka harus bersaing dengan beberapa sekolah lain yang saling berdekatan, seperti SMAN 1 Bangsal, SMKN 1 Dlanggu, hingga SMAN 1 Mojosari yang jumlah pendaftarnya mencapai 40 siswa lebih.
Selain itu, tidak terpenuhinya pagu juga disinyalir karena jumlah penduduk di sekitar rayon dan sekolah yang terbatas. Hal ini sebanding dengan jumlah calon siswa baru yang mendaftar di jalur ini. Fenomena seperti ini biasa dialami sekolah yang berada di daerah pinggiran seperti SMA Negeri Trawas yang jumlah pendaftar di jalur ini hanya 16 orang.
’’Untuk jalur domisili reguler, kemungkinan semua sekolah sudah terpenuhi pagunya. Mungkin jalur domisili sebaran yang masih ada beberapa yang kosong. Bisa karena populasi penduduk yang sedikit, bisa juga karena tingkat persaingan dengan sekolah lain,’’ ungkap Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Mojokerto Imron Rosadi kemarin.
Meski demikian, kekurangan calon siswa baru ini nantinya akan otomatis tertutupi lewat seleksi jalur pemenuhan kekurangan pagu yang akan dibuka 1 Juli mendatang. Di mana, kuota yang tidak terpenuhi di tahap 1 (afirmasi), tahap 2 (akademik), dan tahap 3 (domisili) akan dibuka. Bahkan calon siswa yang sempat terlempar di jalur domisili reguler, otomatis akan masuk di seleksi tahap akhir ini.
Dengan sistem tersebut, Imron menyakini proses seleksi berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru. ’’Masih ada satu jalur lagi yang akan dibuka 1 Juli nanti. Dari situ akan diketahui sekolah mana saja yang pagunya masih kurang,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi