Pencairan Tahap Dua, Diwacanakan Jelang Akhir Tahun
MOJOKERTO RAYA - Ratusan madrasah diniyah (madin) diwacanakan bakal kembali mendapat bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) dari Provinsi Jatim. Namun, untuk waktu pencairannya belum dapat dipastikan kapan akan terealisasi.
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto Muhibbudin mengatakan, 571 lembaga diniyah ini diplot kembali menerima Bosda madin dari Pemprov Jatim yang penyalurannya melalui Pemkab Mojokerto.
Namun, untuk penyaluran bantuan di tahap dua ini, pihaknya belum mengetahui kapan akan terlaksana. ”Karena pencairannya dibagi per semester, biasanya jelang akhir tahun nanti,” kata dia, kemarin (24/6).
Menurutnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, waktu pengucuran dana dari pemprov sebelumnya tidak lebih dari seminggu sejak pengajuan bantuan sudah direalisasi. Sebab, sebelumnya pencairan Bosda madin tahap pertama dilakukan pada Mei lalu. ”Begitu kami dapat kabar besaran anggaran yang bisa kami cairkan dari pemprov, kami langsung mengajukan pencairan,” imbuhnya.
Kendati demikian, Muhibbudin belum bisa menyebut terkait besaran anggaran yang akan dikucurkan saat tahap kedua nanti. Namun, pihaknya memastikan, jumlah lembaga yang menerima tetap sama seperti tahap pertama lalu. ”Jumlah lembaga penerima masih sama. Untuk pencairannya seperti dana hibah,” paparnya.
Dia menambahkan, anggaran yang digelontorkan dari APBD pemprov itu ditujukan untuk madin se-Kabupaten Mojokerto yang sudah terdaftar. Khususnya bagi peserta didik atau santri yang terdata secara teknis di bawah naungan Kemenag Kabupaten Mojokerto. ’’Hanya untuk madin. Kalau insentif guru sudah ada sendiri. Per lembaga nominalnya berbeda, karena disesuaikan dengan jumlah santrinya,’’ bebernya.
Sesuai petunjuk teknis (juknis) pencairan Bosda madin tahun ini pendataannya berdasarkan EMIS (education management information system), di mana bantuan tersebut diberikan untuk membantu operasional madin. Sehingga ke depan pihaknya berharap, Bosda madin yang disalurkan setiap tahun ini bisa terus dilakukan, serta ada peningkatan nilai anggaran bantuan. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi