KABUPATEN - Pemkab Mojokerto menyiapkan anggaran Rp 8,5 miliar untuk mendukung keberlangsungan program Sekolah Rakyat (SR) melalui P-APBD 2025. Ploting ini untuk pengadaan lahan pembangunan SR berasrama berkapasitas seribu siswa di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong.
Plh Kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah, mengatakan, persiapan percepatan pelaksanaan SR di Kabupaten Mojokerto terus berproses. Di tengah reavitalisasi gedung diklat di Kecamatan gedeg untuk mengawali tahun ajaran baru, kini pemda juga menyiapkan lahan untuk pembangunan SR ke depan. ’’Sambil kita menyiapkan gedung sementara untuk Sekolah Rakyat tahun jaran baru 2025/2026, kami juga mengusulkan anggaran Rp 8,5 miliar untuk pengadaan lahan untuk keberlanjutan Sekolah Rakyat ke depan,’’ ungkapnya.
Sebagaimana rancangan kerja dinsos, Rp 8,5 miliar itu diusulkan dalam perubahan APBD 2025 yang saat ini tengah berproses di TAPD. Ploting itu utamanya untuk mencukupi lahan pembangunan SR di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong seiring luasan minimal 6 hektare lahan yang dibutuhkan pemerintah pusat. ’’Kebutuhan minimal itu 6 hektare, sementara aset kita ada 3,5 hektare, jadi kurang sekitar 2,5 hektare, sehingga Rp 8,5 miliar itu pengadaan kekurangannya,’’ jelasnya.
Kendati begitu, Nurul menegaskan jika ploting tersebut tidak semua untuk pengadaan lahan milik warga setempat, melainkan untuk kebutuhan appraisal dan operasinal lainnya. Sebagaimana rencana pemerintah pusat, pembangunan SR di daerah berkonsep asrama. ’’Enam hektare itu nanti kapastitasnya untuk seribuan siswa dari berbagai jenjang, mulai SD, SMP, dan SMA. Tidak hanya ruang belajar tetapi juga ruang asrama dan ada fasilitas olahraga serta kelengkapan lainnya,’’ urainya.
Sesuai inpres, pemerintah daerah hanya menyediakan lahan dan perizinannya saja, sementara untuk pembangunannya secara keseluruhan bakal ditanggung pemerintah pusat. Tak urung sambil menunggu perubahan anggaran keuangan rampung, belakangan, dinsos mulai berkomunikasi dengan pemerintah Desa Banyulegi terkait pembebasan lahannya.
Sembari menunggu pembangunan di Desa Banyulegi, SR tahun ajaran 2025/2026 ditempat sementara di gedung diklat milik BKPSDM di Kecamatan Gedeg. Saat ini, gedung diklat dalam tahap renovasi oleh Kementerian PU. Sementara itu, penerimaan peserta didik baru juga final. Setidaknya ada 50 siswa dari keluarga miskin bakal mengikuti sekolah berkonsep asrama bulan depan. ’’Ada 50 calon siswa, 22 putra dan 28 putri, saat ini nama-nama ini masih kita ajukan kepada pimpinan untuk dibuatkan surat keputusan bupati,’’ tandas Nurul.
Menurutnya, 50 calon siswa ini jenjang SMP sebagaimana usulan pemkab. Dari 50 siswa ini tahun ini pemda membuka dua rombongan belajar dengan masing-masing rombel 25 siswa. ’’Sesuai jadwal, pelaksanaan Sekolah Rakyat dimulai bulan Juli, namun kepastian tanggal berapanya kita masih menunggu petunjuk teknis dari pusat lantaran program ini di bawah naungan Kementerian Sosial,’’ bebernya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi