Dispendik Tunggu Kuota Resmi dari Pemerintah Pusat
KABUPATEN – Tahun ajaran baru 2025/2026 sudah di depan mata. Namun, jumlah formasi kebutuhan guru yang akan mengajar di Sekolah Rakyat (SR) sejauh ini belum ada kejelasan.
Kabid Tenaga Pendidik dan Kependidikan (Tendik) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Hanafi Zuhri mengungkapkan, saat ini pihaknya memang belum mengetahui berapa jumlah formasi guru yang akan ditugaskan di SR tersebut.
Sebab, jumlah formasi nantinya ditentukan langsung oleh pemerintah pusat. ’’Kami belum dapat informasi kembali dari tim SR atau Kementerian Sosial (Kemensos). Sebab, secara resmi kuotanya sampai ini belum ada, karena formasi guru yang menangani langsung antara Kemendikdasmen dan Kemensos,’’ katanya, kemarin (18/6).
Hanafi menuturkan, sesuai jadwal proses rekrutmen guru seharusnya sudah tuntas. Adapun tenaga yang direkrut ini merupakan guru yang telah mengikuti seleksi ASN PPPK 2024. ”Rekrutmen gurunya dari mereka yang sudah mengikuti seluruh tahapan seleksi ASN PPPK tahun anggaran 2024, dan terdata pada aplikasi sistem seleksi calon aparatur sipil negara (SSCASN). Selain itu, mereka yang aktif berbahasa Inggris serta mempunyai sertifikat pendidik menjadi prioritas,’’ bebernya.
Sekadar diketahui, sedikitnya 50 siswa dari keluarga miskin akan mengawali pelaksanaan kegiatan pembelajaran SR di Kabupaten Mojokerto, pada Juli nanti. Dari 50 siswa tersebut, pemda membuka dua rombongan belajar dengan masing-masing rombel 25 siswa.
Finalisasi calon peserta didik di sekolah berkonsep boarding school tersebut telah melalui proses panjang dan selektif agar tepat sasaran. Mereka berasal dari keluarga prasejahtera sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sedangkan dari data Kemensos, tercatat ada lebih dari 6.571 anak di Kabupaten Mojokerto, yang berpotensi melanjutkan ke jenjang SMP. Data ini menjadi acuan dinsos melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk diverval.
Para siswa yang masuk tersebut dinilai telah memenuhi persyaratan. Bahkan, diutamakan masuk desil satu meski ada beberapa yang desil dua. Tak sekadar itu, pemkab juga sudah mengusulkan tenaga pendidik maupun tenaga pendukung kepada pemerintah pusat. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi