SMKN 1 Sooko melakukan penandatanganan kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dengan 14 mitra industri. Kegiatan yang berlangsung kemarin (4/6), itu sebagai langkah pengembangan SMK berbasis kompetensi yang link dan match dengan dunia kerja dan dunia industri (DUDI).
Pengembangan ini meliputi ruang lingkup penyelarasan kurikulum, pelaksanaan proses pembelajaran dan pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL) siswa SMK. Ke 14 mitra industri yang menjalin kerja sama tersebut diselaraskan dengan program keahlian di SMKN 1 Sooko. ”Di dalam penandatanganan ini, kita saling meningkatkan diri dalam memajukan dunia vokasi,” kata Kepala SMKN 1 Sooko Dadang Dwi Fendi A.
Menurutnya, siswa SMK tidak ada artinya jika hanya belajar di sekolah tanpa bekerja dan mendapat pengalaman berarti di dunia industri. Sehingga dia berharap, penandatanganan MoU tersebut dapat memberikan kontribusi dan menambah skill siswa. ”Kami berharap dari MoU ini akan ada tindak lanjut yang nyata,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Mudianto turut mengapresiasi kegiatan MoU tersebut. Dia berharap, ke depan semakin banyak industri di Mojokerto Raya yang bekerja sama dengan industri, utamanya di jenjang SMK. ”Tentu ini menjadi semangat bagi kami, agar bagaimana meningkatkan kualitas keterserapan kerja anak-anak kita di dunia industri,’’ terangnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi