Untuk 44 SD dan 9 SMP Negeri di Kota
KOTA - Sistem penerimaan murid baru (SPMB) di Kota Mojokerto akan digulirkan mulai pekan depan. Dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) memastikan telah menuntaskan kesiapan jaringan dan membuka posko di semua sekolah.
Kepala Dikbud Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengungkapkan, seluruh persiapan jelang pembukaan SPMB tahun ajaran baru 2025/2026 telah final. Menurutnya, tahap pendaftaran secara online dimulai Senin (2/6) pekan depan. ”Insya Allah sudah siap semuanya, pendaftaran akan dibuka serentak mulai 2 Juni untuk jenjang SD dan SMP negeri,” ungkapnya, kemarin.
Ruby mengatakan, tahap awal pendaftaran SPMB diawali dari jalur non-domisili. Di antaranya untuk menampung calon peserta didik dari jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi yang dibuka sampai dengan 4 Juni mendatang. ”Semua pendaftaran dilakukan melalui online,” tandasnya.
Meski demikian, semua sekolah negeri tetap akan membuka posko SPMB selama masa pendaftaran. Dia menyatakan, langkah tersebut guna mengantisipasi calon murid maupun orang tua siswa yang mengalami kendala saat mendaftar secara daring.
Masing-masing tersebar di 44 SDN dan 9 SMPN. Di samping itu, posko juga disiagakan di kantor Dikbud Kota Mojokerto, Jalan Benteng Pancasila (Benpas), serta ruang laboratorium komputer SMPN 1 Mojokerto yang sekaligus dijadikan sebagai server center.
Untuk jalur afirmasi jenjang SD membuka pagu sebanyak 15 persen dan SMP 20 persen dari total pagu sekolah. Sedangkan untuk jalur mutasi sama-sama dialokasikan 5 persen. Sementara jalur prestasi hanya dibuka di jenjang SMP dengan jatah 25 persen.
Di samping ketiga jalur tersebut, pendaftaran SMPB tahun ini juga akan dibuka melalui jalur domisili. Jalur yang menyediakan kuota minimal 70 persen untuk SD dan 40 persen bagi SMP ini akan dibuka pada 23-25 Juni. ”Penerimaan jalur domisili ini akan didasarkan pada jarak terdekat sekolah dengan alamat rumah sesuai KK (kartu keluarga),” paparnya.
Secara keseluruhan, SPMB tahun ajaran baru 2025/2026 menyediakan daya tampung sebanyak 2.080 kursi yang tersebar di 9 SMP negeri. Sedangkan jenjang SDN membuka pagu sebanyak 1.372 kursi di 44 SDN. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi