Progres SDN Sumbergirang 1 menuju green school kian matang. Di bawah kepemimpinan Ririn Faridah, lembaga pendidikan tingkat dasar di Kecamatan Puri, itu terus berbenah dalam mengembangkan program berbudaya lingkungan.
Salah satunya lewat program inovasi Madu Tokek alias taman edukasi toga dan kebun organik. Inovasi yang telah dimulai sejak awal tahun 2025 tersebut, menjadi langkah sekolah dalam menghijaukan lingkungan sebagai bagian dari mitigasi pengurangan pemanasan global.
’’Demi mewujudkan inovasi ini, kami memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekolah untuk taman edukasi siswa, agar mereka tidak jenuh belajar di dalam kelas saja,’’ jelas Kepala SDN Sumbergirang 1 Ririn Faridah.
Di kawasan Madu Tokek, siswa bisa bermain sembari belajar dengan suasana teduh dan asri. Di taman tersebut juga tersedia beragam tanaman sayur dan obat yang bisa dikenali siswa lewat manfaatnya. ’’Saya buat suasananya senyaman mungkin, biar anak-anak bisa belajar sambil bermain di luar kelas. Dan sekaligus pembelajaran untuk mencintai alam serta lingkungan sekitar,’’ tuturnya.
SDN Sumbergirang 1 juga telah menggulirkan program pembuatan pupuk kompos dari sampah organik yang ada di lingkungan sekolah. Lembaga pendidikan negeri ini juga memanfaatkan lahan di belakang sekolah untuk mendukung area kebun sayur siswa per kelas. ’’Seabrek program green school ini agar siswa dan guru bertanggung jawab melestarikan lingkungan sekitar,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi