KABUPATEN - Penantian ratusan madrasah diniyah (madin) di Kabupaten Mojokerto untuk mendapatkan bantuan penyelenggaraan pendidikan diniyah berbuah manis. Sebab, Bantuan Operasional Daerah (Bosda) bagi lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) itu dicairkan hari ini.
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Mojokerto Muhibbudin mengatakan, nilai BOSDA Madin tahun ini mencapai Rp 3,93 miliar. Anggaran tersebut berasal dari dana dari APBD Kabupaten Mojokerto. ’’Total yang mendapatkan bantuan tahun ini ada 571 lembaga,’’ katanya.
Dia melanjutkan, anggaran digelontorkan dari APBD itu ditujukan untuk madin se-Kabupaten Mojokerto yang sudah terdaftar. Khususnya untuk peserta didik atau santri yang terdata secara teknis di bawah wewenang Kemenag Kabupaten Mojokerto. ’’Hanya untuk madin. Kalau insentif guru sudah ada sendiri. Per lembaga nominalnya berbeda, karena disesuaikan dengan jumlah santrinya,’’ bebernya.
Muhibbudin menuturkan, Bosda Madin yang disalurkan per hari ini bersumber murni dari APBD. Namun, biasanya akan menerima dana tambahan atau sharing dari pemerintah provinsi (pemprov). Hanya, belum bisa dipastikan untuk saat ini berapa nominal dan waktunya. ’’Biasanya ada dari provinsi. Tapi, sementara belum diketahui jumlah nominalnya,’’ jelas dia.
Adapun, sesuai petunjuk teknis (juknis) pencairan Bosda Madin tahun ini pendataannya berdasarkan EMIS. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu operasional madin pihaknya berharap, Bosda Madin yang disalurkan setiap tahun itu bisa terus dilakukan serta ada peningkatan jumlah anggaran. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi