Kolaborasi JPRM dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim
JAWA Pos Radar Mojokerto (JPRM) berkomitmen mendorong tumbuhnya iklim inovasi dalam dunia pendidikan. Itu terbukti dengan berkolaborasi bersama Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur lewat program East Java Inovative Education Summit (EJIES) 2025.
EJIES merupakan program inovasi yang dibuat Dindik Provinsi Jatim untuk mewadahi lingkup pendidikan atas karya kreativitas buatan para guru dan tenaga kependidikan. Kolaborasi dengan Jawa Pos Radar Mojokerto dengan pelibatan dalam penilaian karya ilmiah yang dibuat oleh masing-masing guru SMA, SMK, maupun SLB di Mojokerto Raya.
’’Total peserta untuk di Mojokerto, sudah ada 390 karya yang siap kita nilai. Ada yang dari SMA/SMK/SLB negeri maupun swasta se-Mojokerto,’’ kata Arief Hikmawan, Manajer Event dan Pengembangan Usaha JPRM.
Dikatakannya, sistem penilaian karya ilmiah atau proposal peserta EJIES, akan berlangsung hari ini hingga 10 Juni mendatang. Dari ratusan karya ilmiah yang sudah terkumpul, nantinya JPRM akan menyeleksi 10 besar karya terbaik. ’’Nanti dari 10 besar karya terbaik ini, hasilnya akan kita publikasi,’’ jelas dia.
Untuk proses penilaiannya, JPRM melibatkan tiga dewan juri. Yaitu, dua juri internal JPRM dan satu juri eksternal berasal dari pakar pendidikan.
Adapun, inovasi yang diikutsertakan adalah inovasi yang telah diimplementasikan setidaknya dua bulan pada lingkup kerja masing-masing satuan pendidikan. Kemudian, pengembangannya akan terus dilanjutkan hingga mencapai hasil yang dapat diukur secara jelas. ’’Inovasi ini juga dibuktikan dengan komitmen dari sekolah atau guru yang mendukung inovasi pendidikan dan bersedia mendokumentasikan proses inovasi yang diusulkan,’’ tuturnya.
Pengumuman hasil 10 besar terbaik inovasi dari setiap Cabdindik akan ditampilkan pada 15 Juni. Pendaftaran dan pengumpulan proposal Ejies telah dibuka pada 3 Februari-15 Mei lalu. Selanjutnya, untuk coaching clinic dan penilaian akan dilakukan pada 13 Maret-15 Juli 2025. Terakhir, 25 karya inovasi terbaik akan mengikuti showcase atau presentasi publik saat Agustus mendatang. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi