PATUT diacungi jempol apa yang dilakukan SMA Negeri 1 Sooko. Pasalnya, sekolah menengah atas yang dipimpin Sutoyo ini telah 99 persen ijazah yang tertinggal di sekolah.
Disebutkannya, dari total 3.200 alumni tahun 2017-2024, hanya tinggal 9 siswa yang belum mengambil ijazah. Itu disebabkan beberapa sedang di luar daerah. ’’Setelah dikonfirmasi baru bisa ambil Mei nanti,’’ katanya.
Dia pun mempersilakan bagi orang tua atau siswa yang bersangkutan untuk mengambil ke sekolah pada jam sekolah. Perwakilan wali murid cukup membawa identitas diri untuk mengambil ijazah di sekolah. ’’Persyaratannya mudah, hanya menyertakan fotokopi KK atau KTP saja untuk mewakili pengambilan ijazahnya,’’ ujar Sutoyo.
Adapun, penyerahan ijazah ke alumni ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Menurutnya, program ini juga sebagai langkah untuk percepatan pengembalian ijazah ke siswa lulusan karena ini hak mereka yang harus diterima dan dimiliki. ’’Tidak ada pungutan biaya sama sekali alias gratis,’’ paparnya.
Di samping itu, ia juga menegaskan, penyerahan ijazah alumni ini sesuai dengan instruksi Disdik Jawa Timur dan Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten Kota Mojokerto agar Ijazah yang sudah ada di tangan dapat bermanfaat bagi para alumni. ’’Saya berharap untuk tahun berikutnya, ijazah secepatnya bisa diterima oleh lulusan yang bersangkutan,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi