Tak Hanya Teori, Siswa juga Dituntut Terampil
KOTA – Satuan lembaga pendidikan di Kota Mojokerto segera menerapkan pembelajaran dengan metode deep learning. Penerapan deep learning dalam kurikulum merdeka nantinya akan berfokus pada pengembangan keterampilan siswa untuk berpikir secara mendalam dan terstruktur.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo menyatakan, kesiapan dalam menerapkan metode pembelajaran mendalam atau deep learning. Konsep tersebut memang tengah dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen). ’’Belum diterapkan, tapi guru-guru maupun kepala sekolah sudah kita beri pelatihan sekaligus sosialisasi,’’ terangnya, kemarin.
Pelaksanaan deep learning, lanjut Ruby, dikemas dengan melibatkan diskusi kelompok, proyek kolaboratif siswa untuk saling berbagi pengetahuan dan perspektif. Diskusi dalam kelompok tersebut diharapkan mengembangkan keterampilan komunikasi dan keterampilan sosial siswa. ’’Jadi deep learning ini bukan kurikulum, hanya metode pembelajaran. Dan nantinya bakal ada sekolah yang menjadi pilot project dulu dari Kemendikdasmen,’’ ulas dia.
Di samping itu, menurut Ruby, pembelajaran mendalam ini juga tak sekadar memberikan pengetahuan teori pada siswa. Namun, juga mendorong siswa bisa memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari dengan pengetahuan yang telah diajarkan.
’’Misalnya pada matematika, siswa tidak hanya sekadar bisa penjumlahan, pengurangan perkalian saja. Tapi, bisa menelaah kejadian dalam kehidupan nyata,’’ bebernya.
Meskipun para guru telah mendapatkan pelatihan, Ruby mengaku, dikbud masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kemdikdasmen terkait pelaksanaannya. ”Misalnya, Kemendikdasmen minta lebih dalam lagi, tinggal kita menambahkan apa. Cuma secara garis besar intinya seperti itu. Guru-guru insya Allah sudah kita beri sosialisasi,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi