Dispendik Sebut Belum Menyasar Semua Lembaga
KABUPATEN – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto belum sepenuhnya menyentuh semua lembaga pendidikan. Buktinya, baru ada tiga sekolah di satu kecamatan yang tersentuh program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Di SDN Sedati 2, Kecamatan Ngoro, pelaksanaan MBG masih berjalan selama bulan puasa ini. Bedanya, makanan baru didistribusikan menjelang jam pulang sekolah. ’’Masih tetap berjalan sejak Senin (24/2) lalu, sampai sekarang. Karena anak-anak puasa, akhirnya makanan dibawa pulang,’’ kata Kepala SDN Sedati 2 Rudianto, kemarin.
Selama Ramadan, menu yang disajikan pada siswa untuk dibawa pulang berupa makanan kering. Rudianto menyebutkan, menu makanan terdiri dari roti, susu, jeruk, telur, dan kurma. ’’Siswa membawa pulang food tray yang telah dikemas di totebag. Lalu, besoknya dikembalikan lagi,’’ paparnya. Selain di SDN Sedati 2 dan SDN Ngoro, SMP Islam Ngoro juga tersentuh program MBG yang dikawal langsung anggota kepolisian dan koramil.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Mujiati menyatakan, hingga saat ini belum ada petunjuk lebih lanjut mengenai program MBG di sekolah kabupaten. ’’Kita juga konfirmasi ke sekolah yang sudah dapat MBG, memang masih tahap uji coba tapi bukan dari dispendik,’’ ulasnya.
Ia menambahkan, tak menutup kemungkinan, program MBG ini akan menyasar seluruh sekolah di kabupaten. Namun, hal itu membutuhkan waktu terlebih dahulu. ’’Karena juga harus ada persiapan sarana prasarana. Titik antar jemput untuk lokasi food tray juga harus disiapkan,’’ paparnya.
Menurutnya, keterbatasan dapur umum juga menjadi penyebab belum meratanya pelaksanaan MBG di kabupaten. Alhasil, distribusi makanan ke sekolah belum bisa berjalan maksimal. ’’Kalau pembangunan dapur MBG sudah bertambah, otomatis sekolah di kecamatan lainnya juga akan kedapatan program ini,’’ pungkas dia. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi