Pasca Insiden Bangunan SMPN 3 Diterjang Angin
KOTA – Sempat diterjang angin dan tertimpa pohon pada awal Februari, kondisi dua bangunan SMPN 3 Mojokerto mengalami kerusakan. Kini, pihak sekolah mulai melakukan perbaikan agar tak mengganggu kenyamanan pembelajaran siswa. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, kemarin (12/2) sejumlah pekerja tengah memperbaiki bagian atap sekolah.
Kepala SMPN 3 Mojokerto Rejo mengatakan, dua bangunan yang tertimpa pohon mengalami kerusakan di bagian atap. Hal itu menyebabkan sejumlah genting maupun resplang terlepas dan pecah. ’’Perbaikan kita mulai sejak kemarin (11/2),’’ katanya.
Perbaikan ini, lanjut Rejo, tidak menggunakan dana BOS. Sebab, dua gedung tersebut merupakan proyek rehab yang dikerjakan tahun lalu. Alhasil, kerusakan yang dialami masih dalam proses pemeliharaan oleh rekanan. ’’Masuk dalam tahap pemeliharaan bangunan. Karena dua gedung ini merupakan rehab tahun lalu, belum diserahterimakan sampai saat ini,’’ ungkapnya.
Tak sekadar memperbaiki atap bangunan, pihaknya juga memangkas sejumlah pohon yang berada di kawasan sekolah. Langkah ini sebagai upaya pencegahan agar insiden kerusakan bangunan tak terjadi lagi. ’’Kami juga berkoordinasi dengan DLH untuk proses pemangkasan pohon-pohon yang mungkin membahayakan warga sekolah,’’ papar dia.
Di samping itu, dia mengimbau kepada seluruh warga sekolah untuk berhati-hati dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin kembali terjadi. ’’Kami akan terus memantau perkembangan cuaca dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk memastikan keamanan seluruh warga sekolah," tandas Rejo.
Sebelumnya, pada Minggu (9/2) lalu, gedung SMPN 3 Mojokerto mengalami kerusakan pasca terdampak angin kencang. Peristiwa tersebut menyebabkan tiga pohon tumbang di area sekolah. Kerusakan pada bagian atap bangunan dan terputusnya jaringan listrik maupun internet. Akibat kejadian tersebut, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMP Negeri 3 Mojokerto sempat terganggu. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi