Menuju sekolah adiwiyata mandiri, SDN Kutogirang, Kecamatan Ngoro terus menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan hidup. Dengan tagline Bersinar (bersih, sehat, indah, asri, dan rindang), sekolah ini mampu memanfaatkan plastik bekas menjadi barang bernilai manfaat.
Salah satu inisiatif utama yang dijalankan melalui pemanfaatan barang bekas dan inovasi ramah lingkungan. Seperti, pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle). SDN Kutogirang bahkan berhasil menyulap barang bekas dari galon air dan botol plastik rumahan. Para siswa dilibatkan dalam berbagai kegiatan edukasi daur ulang.
Seperti membuat pot tanaman dari botol bekas, hidroponik portable, eco enzyme, kompos portable, nutrisi booster, biopori, dan save water yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah. Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan ini mengajarkan kreativitas dan keterampilan praktis bagi para siswa. ’’Pemanfaatan barang bekas tersebut bertujuan untuk mengurangi sampah, sekaligus memberikan kesempatan bagi siswa belajar bagaimana mengelola limbah dengan cara metode kreatif dan bermanfaat,” ujar Kepala SDN Kutogirang, H. Noyo, S.Pd, kemarin.
SDN Kutogirang menjalin kerja sama dengan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman, lembaga pendidikan lain (sekolah imbas), serta perusahaan yang mendukung keberlanjutan. Bahkan, kerap mengundang tim ahli bidang lingkungan hidup untuk menularkan ilmu tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. ’’Program adiwiyata ini langkah penting bagi kami mempersiapkan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,’’ paparnya.
Melalui kolaborasi tersebut, SDN Kutogirang tidak hanya mengedukasi siswa tentang pentingnya kepedulian menjaga kelestarian alam. Tetapi, turut membuka peluang bagi mereka untuk memahami berbagai inisiatif dan teknologi terbarukan. ’’Kami berharap program ini bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk ikut serta dalam menjaga kelestarian bumi,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi