Yayasan Permata Mojokerto semakin mantap melaksanakan sistem 7 habits the leader in me di sekolah. Yakni, dengan melaksanakan workshop 7 habits for education yang bekerja sama dengan Dunamis Education untuk kurikulum the leader in me.
Berlangsung di Permata Inn kantor BMT Permata Mojokerto, workshop itu diisi Andiral Purnomo sebagai education practice leader dunamis organization services. Total ada 60 guru dari lembaga SDIT, SMPIT, dan MA Permata, yang mengikuti acara tersebut hingga hari ini (23/1). ’’Yang ikut merupakan wali kelas, wakil, dan kepala sekolah, kepala bidang, serta BPH Yayasan Permata,’’ kata ketua panitia workshop Umi Fauziah kemarin.
Sebagai program yang berlisensi resmi internasional, program the leader in me hadir di dunia pendidikan di bawah Dunamis Education ini untuk membantu menanamkan dan memperkuat karakter kepemimpinan siswa maupun guru. Tentunya, berlandaskan prinsip universal 7 habits of highly effective people yang dirumuskan Dr. Stephen R. Covey.
’’Pelatihan ini bagian dari upaya dalam merubah persepsi. Mulai dari merubah mindset dan kebiasaan (habits). Pelatihan ini juga menjadi dasar untuk perubahan selanjutnya yang diharapkan akan dapat dihadapi oleh guru-guru SIT Permata,’’ bebernya.
Umi memaparkan, dalam kegiatan ini, para pendidik diajak untuk mampu menerapkan tujuh pembiasaan karakter. Di antaranya, penguasaan diri (self-mastery), pola pikir berkembang (growth mindset), kepemimpinan (leadership), kolaborasi (collaboration), kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving ability), berpikir kritis (critical thinking), dan kreativitas (creativity). ’’Melalui pembelajaran 7 habits, kita dituntut untuk menjadi proaktif dalam mewujudkan tujuan,’’ imbuh dia.
Selain itu, diharapkan berkat dengan adanya workshop, ini SIT Permata siap menghadapi tantangan di tahun berikutnya. Sebab, para pendidik sudah dibekali dengan mindset dan strategi handal untuk meningkatkan kapasitas diri. ’’Tidak hanya dari workshop, selama delapan pekan ke depan juga ada pendampingan dari Dunamis Education. Sehingga ini nanti bisa benar-benar diterapkan dan berdampak pada lingkungan edukatif di SIT Permata Mojokerto,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi