Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jumlah Siswa SMA Swasta Alami Penurunan

Indah Oceananda • Selasa, 31 Desember 2024 | 14:20 WIB

BERKURANG:  Salah satu SMA Swasta di Kecamatan Jetis. Tahun ini, jumlah peserta didik di hampir semua SMA swasta di Mojokerto mengalami menurun.
BERKURANG:  Salah satu SMA Swasta di Kecamatan Jetis. Tahun ini, jumlah peserta didik di hampir semua SMA swasta di Mojokerto mengalami menurun.
 

Disinyalir Minim Inovasi dan Fasilitas Kurang Memadai

 KABUPATEN – Jumlah siswa SMA swasta di Mojokerto Raya cenderung mengalami penurunan selama tahun ajaran 2024/2025. Disebut-sebut penurunan itu bahkan mencapai 20 persen dari tahun ajaran baru sebelumnya.

 Kasi Pendidikan SMA Cabdindik Provinsi Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Imron Rosadi mengatakan, untuk tahun pelajaran 2024 ini nyaris semua sekolah swasta mengaku peserta didiknya merosot. Dari total 35 SMA swasta se-Kabupaten Mojokerto, jumlah siswa setiap tahun mengalami penurunan cukup drastis. ’’Tahun ini penurunan siswa di lembaga SMA swasta ada di rentang 5 sampai 20 persen,’’ katanya, kemarin (30/12).

 Dia menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan penurunan jumlah siswa di sekolah swasta. Baik dari sisi internal maupun eksternal sekolah. ’’Kalau untuk angka secara pasti kita belum bisa memastikan. Hanya saja, hampir di sebagian besar wilayah mengalami penurunan secara drastis. Dan ada banyak faktornya,’’ beber Imron.

 Di faktor internal misalnya, Imron memaparkan, kualitas pendidikan di SMA swasta dinilai minim inovasi. Belum lagi, lanjut dia, kondisi fasilitas sekolah yang kurang memadai. Seperti bangunan gedung sekolah, laboratorium, perpustakaan dan sarana pendukung lainnya.

 ’’Bisa juga akibat biaya yang dinilai terlalu tinggi. Serta kurangnya ekstrakurikuler yang menarik dan berkualitas. Sehingga anak berusaha mencari sekolah yang bisa menaungi bakat dan minat,’’ ulasnya.

 Sedangkan di sisi eksternal, ia menyatakan, persaingan dengan sekolah negeri dengan kualitas yang sama menjadi salah satu penyebab merosotnya jumlah siswa di SMA swasta. Di samping itu, kondisi ekonomi, branding atau reputasi sekolah, dan jumlah populasi usia sekolah di setiap wilayah turut menjadi penentu jumlah siswa yang mendaftar.

 ’’Jumlah usia anak sekolah setiap tahunnya selalu berubah. Bahkan, ada yang cenderung menyekolahkan anaknya ke sekolah di luar kota atau memilih sekolah berbasis pondok pesantren,’’ papar dia.

 Imron juga tak memungkiri, lembaga swasta saat ini perlu kerja keras untuk menyesuaikan perkembangan zaman. Sebab, tidak semua sekolah swasta, khususnya lembaga dengan siswa sangat minim memiliki ciri khas sebagai daya tarik lembaga terhadap masyarakat.

 ’’Solusi satu-satunya yang terus kita dorong kepada pihak sekolah adalah setiap tahun harus beinovasi mengikuti perkembangan zaman, supaya mendapatkan respons positif  dari  masyarakat,’’ tandas dia. (oce/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#SMA Swasta Dharma Pancasila #fasilitas sekolah #penurunan jumlah murid #jetis mojokerto