GURU dan siswa SMK PGRI Mojosari berinovasi dengan mengonversi sepeda motor bahan bakar minyak (BBM) menjadi sepeda motor listrik.
Motor listrik terebut diberi nama Skagmori, sesuai dengan akronim lembaga tersebut.
Bertepatan dengan HUT ke-77 Koperasi, Sabtu (6/7) lalu, Skagmori dipamerkan dalam Jambore Koperasi Generasi Muda Tingkat Siswa SMK Swasta se-Kabupaten Mojokerto.
Kendaraan tersebut juga mendapatkan apresiasi dari Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. ”Ini suatu kebanggaan buat masyarakat Kabupaten Mojokerto, ternyata anak-anak SMK kita bisa mengonversi motor yang semula berbahan bakar menjadi motor listrik,” katanya, usai menjajal Skagmori di lapangan halaman gedung Dekopinda Kabupaten Mojokerto, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.
Ikfina juga mengajak masyarakat agar menggunakan sepeda motor listrik ini sebagai kendaraan sehari-hari. Sebab, selain irit biaya dan tak berisik, kendaraan dengan kecepatan 90 kilometer per jam ini juga ramah lingkungan.
”Ini adalah kendaraan yang kita butuhkan untuk masa depan, karena bisa menurunkan emisi karbon, tanpa asap, sekaligus tanpa suara,” bebernya.
Sementara itu, Kepala SMK PGRI Mojosari Arief Setyo Wahjudi mengatakan, meski hasil konversi, motor ini tetap memerhatikan unsur keselamatan berkendara. Terkait proses perakitan, terbilang cukup cepat.
Dua unit Skagmori hanya membutuhkan waktu selama dua bulan. ”Pengisian daya baterai memakan waktu sekitar 2,5 jam, dengan jarak tempuh 80 km,” imbuh dia. Konversi ini termasuk dalam implementasi kurikulum merdeka yang digarap siswa program keahlian teknik permesinan dan teknik kendaraan ringan (TKR). (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi