HAUL Akbar Muassis Yayasan Pendidikan dan Sosial As Sholichiyah Kota Mojokerto yang dihelat selama dua hari berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara yang digelar seiring bulan Syawal 1445 Hijriah oleh lembaga pendidikan di Jalan Penarip II Nomor 15, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini, disambut antusiasme warga.
Di hari pertama, Selasa (23/4) pagi, digelar acara keagamaan memperingati Haul ke-86 KH Muhammad Sholeh Ilyas bin Abu Bakar Bathowil Ba'asyin dan Haul ke-58 KH Muhammad Ismail bin KH Muhammad Ilyas Sholeh. Diawali dengan khotmil Al-Qur'an dan tahlil kubro. Khotmil Al-Qur'an ini tersebar di 54 majelis.
”Haul akbar ini sudah menjadi tradisi Yayasan As Sholichiyah setiap tahun. Tujuannya, mengenang jasa waliyullah yang mendirikan pondok pesantren pertama di Mojokerto, yaitu KH Muhammad Sholeh Ilyas dan KH Muhammad Ismail,” kata Kepala Madrasah Ibtidaiyah Ismailiyah Paradigma Baru (Mipaba) Moh. Zudur Robithoh, kemarin.
Selain menjadi lembaga pendidikan dan sosial, As Sholichiyah sebelumnya dikenal sebagai pesantren tertua di Mojokerto. Dibangun KH Muhammad Sholeh Ilyas pada tahun 1875 Masehi. Di hari kedua, Rabu (24/4), terbagi dalam dua rangkaian kegiatan. Meliputi, lomba pawai antarkelas dan khitan massal. Khitan massal dibuka untuk umum dan gratis bagi masyarakat. ”Total ada 18 anak yang mengikuti khitan massal,” imbuh Robithoh.
Keluarga besar As Sholichiyah lantas menggelar tasyakuran dan dilanjutkan dengan pengumuman sekaligus penyerahan hadiah bagi pemenang lomba pawai. Haul akbar muassis ini lantas dipungkasi pengajian umum dan salawat bersama.
Pengajian umum tersebut mendatangkan penceramah kondang dari Yogyakarta, KH Achmad Muwafiq atau Gus Muwafiq. Serta diramaikan dengan lantunan salawat oleh grup salawat Liwa'ul Hamdi. ”Kami berharap, keberadaan Yayasan Pendidikan dan Sosial As Sholichiyah terus bisa memberikan manfaat dan maslahat bagi semua elemen masyarakat,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi