Seperti yang diterapkan TK Nur Azizi, Kota Mojokerto dalam mendidik murid usia dini. Setiap tema pembelajaran, diselipkan cara unik dan menyenangkan. Kemarin (15/2), siswa kelas TK-B mendapatkan topik makanan tradisional.
’’Untuk menggugah dan mengenalkan anak-anak tentang makanan tradisional, kami menggunakan cara menghias kue tradisional sesuai kreativitas anak,’’ kata Rofin Nurfaidah, guru kelas B3.
Tak hanya dikenalkan makanan tradisional, praktik menghias kue ini juga mengajarkan peserta didik mandiri.
Yaitu mendorong kepercayaan diri anak bisa makan sendiri.
’’Yang paling penting dalam pembelajaran ini, mereka bisa makan sendiri tanpa bantuan,’’ tuturnya.
Lembaga pendidikan di Jalan Sekar Abang No.68, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari ini menawarkan banyak program inovasi pembelajaran lainnya.
Tak melulu di akademik, juga ada pengembangan bakat minat anak. Seperti ekstrakurikuler tari, musik, melukis dan mewarnai, drumband, menulis dan berhitung, serta ekskul renang.
’’Untuk ekstra renang diikuti siswa setiap Jumat, di kolam renang pribadi milik sekolah,’’ papar dia.
Setiap akhir topik pembelajaran, siswa juga selalu mengadakan kegiatan outing class di luar sekolah.
Lulusan TK Nur Azizi terbilang unggul lantara mayoritas siswa sudah bisa membaca dan berhitung dengan lancar saat hendak masuk SD. Lulusan TK Nur Azizi banyak diincar oleh SD-MI se-wilayah Mojokerto.
’’Sebelum masuk SD, anak-anak kami 90 persen sudah lancar membaca dan berhitung. Saat di SD pula, mereka juga berprestasi, sehingga banyak SD yang senang menerima siswa lulusan dari TK Nur Azizi,’’ pungkas Rofin. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah