Kepala SMPN 3 Mojokerto Rejo, mengatakan program sekolah penggerak (PSP) merupakan penyempurnaan program tranformasi sekolah sebelumnya.
Program tersebut sudah dijalani SMPN 3 Mojokerto dengan berkolaborasi antara Kemdikbud dengan pemda.
’’Di mana komitmen pemda menjadi kunci utama. Intervensi dilakukan secara holistik, mulai dari SDM sekolah, pembelajaran, perencanaan, digitalisasi, dan pendampingan pemerintah daerah,’’ katanya.
Memiliki ruang lingkup yang mencakup seluruh kondisi sekolah, tidak hanya sekolah unggulan saja, baik negeri dan swasta.
Adapun, pendampingan dilakukan selama tiga tahun ajaran dan sekolah melanjutkan upaya transformasi secara mandiri.
’’Program dilakukan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi sekolah penggerak,’’ tuturnya.
Pelatihan Komite Pembelajaran (PKP) Program Sekolah Penggerak (PSP) angkatan 3 telah dilakukan pada 22 Mei- 24 Juni 2023 secara daring.
Sebagai sekolah penggerak, SMPN 3 telah mengadakan beberapa workshop di antaranya IHT, Asesmen berbasis Numerasi, Media Pembelajaran: AR, Quizziz, Canva, dan strategi pembelajaran STEAM. Melalui workshop tersebut diharapkan guru di SMPN 3 bisa meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran sebagai sekolah penggerak.
Yang mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang berpusat pada siswa. ’’Dengan begitu, secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan kompetensi siswa yang terukur sebagai output dalam rapor satuan pendidikan,’’ tandas dia. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah