Dalam kurun dua tahun, sekolah yang berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan ini berhasil menjadi inspirator kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana, SMAN 1 Trawas mampu membuktikan kiprahnya sebagai sekolah penggerak yang terus berkembang pesat.
Itu dibekali dengan modal esensial dari tim kerja yang kompak dan paham akan visi misi sekolah.
’’Selain itu, potensi kearifan lokal di wilayah Trawas, mengilhami para guru untuk menciptakan P5 yang kreatif dan bermakna,’’ ungkap Kepala SMAN 1 Trawas Silfi Ariani.
Selama penerapan IKM, lanjut Silfi, guru diberi peluang menunjukkan konsep karya terbaik. Dari situ, tim kerja yang solid mampu mewujudkan P5 secara arif, bijaksana dan penuh makna bagi siswa.
’’Profil pelajar Pancasila tidak dapat dibentuk instan. Harus ada proses yang bagus dan perencanaan yang sistematis konstruktif. Sehingga, peserta didik betul-betul dibekali dengan segenap nilai-nilai luhur Pancasila dengan cara yang inovatif lagi menyenangkan,’’ katanya.
Awal tahun pelajaran 2023/2024, SMAN 1 Trawas mengangkat dua tema kegiatan P5. Untuk kelas X, terdapat tema Gaya Hidup Berkelanjutan.
Sedang untuk kelas XI, kegiatan P5 mengangkat tema Bangunlah Jiwa Raganya.
Diharapkan, kedua tema itu menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan kreatif.
’’Meskipun tema yang diambil berbeda-beda, minimal mampu mencerminkan keenam dimensi. Sehingga, tim P5 yang dibentuk akan berpikir keras untuk menciptakan kegiatan yang inovatif dan berdaya guna tinggi,’’ papar dia.
Untuk kegiatan P5 di kelas X, siswa diajak berkarya nyata dengan melakukan pembibitan berbagai jenis tanaman hias sekaligus berkreasi dengan tempat pajangannya atau dekorasi.
Untuk kelas XI, siswa berkarya dalam bentuk olahraga rekreasi, menyusun konsep pameran, membuat poster, bersalawat, hingga belajar berbagai pengetahuan dan keterampilan.
’’Harapannya, dari kegiatan ini seluruh anak didik kedepannya mampu menjadi generasi emas Indonesia 2045 kelak,’’ tandasnya.
Di samping itu, kegiatan P5 ini turut melibatkan alumni sekolah. Sehingga, tak hanya mengandalkan kompetensi warga sekolah, tetapi juga menyelaraskan dengan komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat sekitarnya.
’’Membangun dan meningkatkan kualitas sekolah, tak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan maupun warga sekolah saja. Justru dengan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat seperti alumni, kita ingin menunjukkan langsung pada peserta didik akan potensi yang ada. Sehingga, mereka dapat membentuk karakternya dengan melihat langsung hal-hal positif itu,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah