Pembinaan tersebut menyasar SMP Negeri 1 Mojosari yang diikuti ratusan wali murid dari masing-masing angkatan.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono, Kepala Sekolah SMPN 1 Mojosari, serta Forkopimca Mojosari.
Dalam sambutannya, Bupati Ikfina Fahmawati menyampaikan, alasan utama diselenggarakan parenting education ini sebagai momen orang tua wali murid intropeksi diri memberikan pola asuh anak yang baik dan benar.
’’Hal ini sangat penting, karena anak-anak tidak pernah meminta kepada Allah SWT untuk memilih kepada siapa nanti dia akan diserahkan orang tua mana. Dan ini, sebagai suatu bentuk tanggung jawab kita karena anak-anak ini adalah suatu titipan,’’ ungkapnya.
Menurutnya, setiap anak juga memiliki ciri khas atau sifat yang berbeda-beda. Maka, sebagai orang tua supaya dapat menerima segala kelebihan dan kekurangan dari anaknya masing-masing.
’’Yang digaris bawahi jangan sekali-kali membandingkan, ini bahaya,’’ terangnya.
Ikfina menambahkan, ketika remaja, anak mulai mencari identitas serta pengakuan di mata teman sebayanya.
Sehingga, dalam fase ini, Ikfina meminta para orang tua supaya mengasuh, menjaga dan melindungi anaknya di dunia nyata secara fisik maupun di dunia digital khususnya media sosial.
’’Sehingga para orang tua juga harus mengarahkan anak untuk menemukan kelompok yang baik agar mereka menemukan jati diri yang positif,’’ ujarnya.
Dalam menerapkan pola asuh anak yang baik dan benar, orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini menuturkan, peran orang tua juga harus bisa menguatkan anaknya ketika mereka memiliki masalah.
Selain itu, orang tua menjadi orang pertama yang diajak berdiskusi terkait dengan masalah yang dialami anak tersebut.
’’Kalau kemudian dia tidak mau bicara sama orang tuanya maka orang tua wajib introspeksi,’’ tuturnya.
Melalui kegiatan pembinaan parenting ini, Ikfina berharap orang tua bisa memperbaiki diri dan berusaha menjadi orang tua yang terbaik dan dapat merawat anak-anaknya dengan sebenar-benarnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah