Para peserta didik juga diajarkan mata pelajaran muatan lokal bahasa Jawa untuk melatih kemampuan berbahasa Jawa yang baik dan benar.
Kepala SMP TNH Blasius Paimun, S.Pd., memaparkan, dalam kegiatan pembiasaan, para peserta didik dikenalkan serta dibiasakan untuk menggunakan bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
”Hal ini ditujukan untuk melestarikan bahasa Jawa sebagai bahasa daerah,” tuturnya.
Tak hanya itu, pembiasaan bahasa Jawa yang rutin diterapkan tiap hari Kamis itu juga bertujuan untuk pembentukan karakter siswa.
Yakni dengan menanamkan unggah-ungguh dalam bergaul, berkomunikasi, hingga bertingkah laku kepada orang lain dengan sikap sopan santun dan saling menghormati.
Dengan begitu, imbuh Blasius, branding Master Lingua menjadi sangat tepat untuk menggambarkan semangat seluruh elemen pendidikan di SMP TNH dalam menghadapi era globalisasi sekaligus merawat tradisi.
Sehingga, salah satu visi SMP TNH untuk menuju sekolah berbudaya global akan lebih mudah terwujud.
Guna mewujudkan target tersebut, sebut Blasius, SMP TNH juga bersinergi dengan Yayasan Pendidikan TNH untuk terus berupaya melengkapi fasilitas pendidikan sesuai kebutuhan dan perkembangan dunia pendidikan.
Seperti tenaga pendidik yang kompeten, visi dan misi yang baik, dan manajemen pendidikan yang layak.
Termasuk meningkatkan kapabilitas peserta didik melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler.
”SMP TNH siap mencetak putra-putri bangsa yang berintegritas dan berdedikasi tinggi untuk kemajuan bangsa dan negara di masa yang akan dating,” tegas Blasius. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah