Termasuk 28 siswa kelas 1 yang turut dilibatkan dengan menanam dan merawat pohon kelor di halaman sekolah selama MPLS, 17-28 Juli lalu.
Cara ini sekaligus implementasi dari pendidikan Karakter Pelajar Pancasila yang peduli, disiplin, dan terampil.
Kepala SDN Pulorejo 1, Abdullah mengatakan, dipilihnya pohon kelor lantaran memiliki banyak manfaat bagi kesehatan siswa. Segudang nutrisi yang terkandung mencukupi kebutuhan gizi dan pertumbuhan anak.
Mulai dari meningkatkan metabolisme tubuh, melancarkan pencernaan, optimalkan tumbuh kembang fisik, hingga mencerdaskan otak serta menjaga kesehatan rambut.
Namun untuk lebih menarik anak untuk mengonsumsinya, daun kelor diolah menjadi cemilan unik, yakni martabak. Dengan begitu, maka siswa bisa merasakan nikmat dan manfaat dari tumbuhan yang mereka tanam sendiri.
’’Kami bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) kelurahan setempat untuk mengajarkan cara menanam sampai mengolah menjadi produk makanan,’’ ujarnya.
Selain pengenalan lingkungan, siswa juga ditanamkan dengan kedisiplinan dan budi pekerti lewat pembiasaan baris berbaris serta 5S, atau senyum, salam, sapa, sopan dan santun.
Juga ditanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME). Yakni dengan aktivitas literasi rohani seperti membaca asmaul husna, surat-surat pendek, salat Duha, salat Duhur berjamaah, hingga istighotsah dan tahlilan bersama.
Termasuk juga diasah keterampilannya lewat empat ekstrakurikuler, mulai dari sepak bola, voli, tari, dan pramuka yang didampingi 14 dewan guru.
’’BTQ dan literasi rohani kami galakkan serentak setiap hari sebelum dan sesudah pembelajaran. Empat kegiatan ekstrakurikuler ini juga untuk mengasah bakatnya di bidang nonakademik,’’pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah