Wakasek Kurikulum SMP PGRI 1 Kota Mojokerto Ira Rakhmawati, S.Si, mengatakan, konsep MPLS tahun ini dibuat sederhana tapi bermakna.
Yakni, dengan pengenalan kurikulum merdeka dan mengajak peserta didik fun and happy ketika belajar di sekolah.
’’Fun and happy-nya kami lebih banyak mengajak mereka melakukan game dan ice breaking,’’ ungkapnya.
Tak hanya melibatkan peserta didik baru, melainkan dilakukan secara kolaboratif dengan kakak kelasnya.
Sehingga, kata Ira, pada setiap permainan, para pelajar tak sekadar diajak fun and happy, melainkan juga mengajarkan mereka ketangkasan, konsentrasi serta kerja sama atau team work.
Disisi lain, pada kegiatan MPLS, peserta didik juga dikenalkan tema-tema P5 yang akan dilakukan di Spegrisa. Meliputi, bangsaku kaya budaya, suara demokrasi dan kewirausahaan.
’’Pengenalan bahwa P5 adalah ciri khas kurikulum merdeka yang menjadi pembeda dengan kurikulum K-13. Karakter yang ingin dibentuk tentu saja profil pelajar pancasila sesuai dengan pesan sponsor dari bapak kemendikbud,’’ tandasnya.
Guru mata pelajaran IPA ini menegaskan, ke depannya di Spegrisa tidak hanya menitikberatkan pada pembelajaran intrakurikuler (Matematika, IPA, IPS, dll), tetapi lebih ke arah pembekalan keterampilan yang sekarang masih keterampilan merias dan silat.
’’Next, ada menjahit juga yang nantinya bisa digunakan untuk terjun ke masyarakat,’’ tegas Ira.
Sesuai visi SMP PGRI 1, para peserta didik juga diajak berkebun sebagai wujud peduli lingkungan. Seperti piket bergilir setiap harinya, buang sampah di tempatnya.
’’Jika melanggar denda mengisi uang infak serta ada kegiatan berkebun dengan memanfaatkan botol air mineral sebagai pot. Ada juga nobar cerita pendek tentang kedisiplinan, serta membuat wayang karton sebagai wujud mencintai budaya bangsa Indonesia,’’ paparnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah