Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

MPLS di SDN Prajuritkulon 2 Kota Mojokerto, Tanamkan Karakter Profil Pelajar Pancasila Sejak Dini

Martda Vadetya • Rabu, 9 Agustus 2023 | 12:20 WIB

BERKARAKTER: Peserta MPLS SDN Prajuritkulon 2 dibimbing untuk menumbuhkan karakter pelajar sedari usia dini.
BERKARAKTER: Peserta MPLS SDN Prajuritkulon 2 dibimbing untuk menumbuhkan karakter pelajar sedari usia dini.
SDN Prajuritkulon 2 Kota Mojokerto menekankan pentingnya nilai toleransi dan pluralisme bagi pelajar sedari usia dini.

Melalui serangkaian kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang telah digelar, diharapkan para peserta didik baru memiliki karakter kebhinekaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SDN Prajuritkulon 2 Isnawaty Djumadi Nussa menerangkan, selama MPLS digelar 17-28 Juli lalu, sebanyak 28 peserta didik baru diajak menjalani serangkaian kegiatan orientasi yang dikemas dengan menyenangkan.

Mengusung konsep ’’perbedaan itu indah’’, para siswa baru tak hanya diajak mengenal lingkungan, warga, maupun fasilitas sekolah.

’’Kami libatkan semua guru yang ada untuk memberikan wawasan pada anak-anak akan konsep MPLS saat kita usung kali ini. Supaya mereka bisa memaknai dan menghargai perbedaan itu indah,’’ ungkapnya.

Dijelaskannya, hal ini berangkat dari identitas bangsa Indonesia dengan keragaman latar belakang yang majemuk. Sehingga, penting adanya penanaman karakter sejak usia dini.

’’Kami tanamkan nilai-nilai karakter profil pelajar pancasila sejak usia dini. Karena memang ini sangat penting agar anak terbiasa dengan karakter yang diajarkan ini,’’ terang Isnawaty.

Selama dua pekan masa pengenalan, para siswa baru menjalani sejumlah kegiatan berwawasan kebangsaan. Mulai dari pawai, unjuk kreasi, hingga melestarikan permainan tradisional dengan bermain elingpiade.

’’Saat  pawai dengan tema Bhineka Tunggal Ika tersebut, anak-anak memakai baju adat nasional untuk menumbukan rasa cinta tanah air dan budaya. Dalam kreasi anak pun mereka menampilkan tarian dan kesenian tradisonal dari berbagai derah,’’ urainya.

Dari rangkaian MPLS ini, diharapkan para peserta didik baru bisa cepat beradaptasi dengan bisa memaknai perbedaan dan kemajemukan yang ada.

’’Dengan kita kenalkan dan tanamkan nilai-nilai tersebut, kami harapkan siswa bisa saling menghargai dalam perbedaan,’’ tukas Isnawaty. (vad/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kota #dikbud #SDN #karakter #pelajar #pancasia #kulon progo #mojokerto #prajurit #mpls