Digulirkan selama dua pekan mulai 17-28 Juli, momen ini dibuat agar peserta didik baru berkeas dalam proses adaptasi di lingkungan pendidikan yang baru.
Kepala SDN Wates 6 Bambang Sutopo mengungkapkan, rangkaian kegiatan yang digelar mulai pembukaan hingga penutupan MPLS akan membekas di benak peserta didik.
Karena dalam pelaksanaannya, masa transisi dari PAUD ke jenjang SD dikemas dengan penuh keceriaan dan menyenangkan.
”Perkenalan baik kepada teman dan lingkungan dilakukan dalam bentuk permainan-permainan, tujuannya agar anak-anak senang,” ungkapnya.
Dengan menyenangi lingkungan baru di sekolah, harap Bambang, mampu meningkatkan gairah belajar peserta didik.
Menurutnya, hal itu selaras dengan branding SDN Wates 3 yang mengusung penanaman budaya bersih.
”Baik bersih jiwanya, bersih lingkungannya. Maka, anak-anak jiwanya harus betul-betul senang dan mendapat kasih sayang,” ujarnya.
Di samping itu, SDN Wates 6 juga membiasakan warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Antara lain melalui cara sederhana dengan memungut sampah yang dijumpai di sekolah sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
Bambang menambahkan, peserta didik SDN Wates 6 juga ditanamkan budaya santun sejak dini.
Diuraikannya, santun merupakan akronim dari enam karakter yang dibangun dalam diri siswa melalui pembiasaan-pembiasaan di sekolah.
Meliputi ’’Sportivitas’’ untuk mendidik anak bersikap jujur dan besar hati. Berikutnya terdapat ’’Akhlak’’ yang mengajarkan anak berbudi pekerti luhur dan sopan santun.
Kemudian ’’Nasionalisme’’ untuk memupuk rasa cinta tanah air. Serta ’’Terampil’’ dan ’’Unggul’’ dengan mengembangkan bakat dan minat siswa melalui 10 ekstrakurikuler.
”Anak-anak juga kami tanamkan norma agar mematuhi aturan-aturan yang berlaku,” tandas Bambang. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah