KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di jenjang SD negeri.
Kali ini hanya dilakukan untuk memenuhi sisa kursi yang masih lowong hingga berakhirnya masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hari ini.
Kepala Dikbud Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, PPDB untuk pemenuhan pagu di jenjang SD negeri akan dibuka hingga hingga tiga pekan ke depan.
Pendaftaran dibuka secara offline dan diperuntukkan bagi sekolah yang pagunya belum terpenuhi.
”Sudah ada beberapa siswa yang mendaftar, dari 134 kursi yang kosong kini sudah berkurang menjadi 96 kursi,” terangnya.
Dia mengatakan, masa PPDB offline akan dibuka hingga pertengahan Agustus mendatang. Karena Dikbud Kota Mojokerto ditarget untuk menuntaskan pengisian data pokok pendidikan (dapodik) siswa paling lambat 18 Agustus.
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang mengakibatkan kekurangan siswa di jenjang SD negeri. Salah satunya karena tingkat keberhasilan program keluarga berencana (KB) yang turut mengubah sebaran anak usia sekolah.
”Selain itu, juga karena kemampuan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di lingkup SD swasta,” ulasnya.
Amin mengaku telah melakukan evaluasi potensi dan kapabilitas dari 44 SD negeri di Kota Mojokerto. Antara lain dengan menambahkan program peningkatan iman dan takwa di semua sekolah untuk penguatan keagamaan.
Selain itu, dikbud juga mengambil langkah untuk kembali melakukan regrouping sekolah. ”Rencana kami akan me-regrouping 3-4 SD negeri. Tidak membuyarkan, tapi me-regrouping sekolah terutama yang berada dalam satu halaman,” urainya.
Terkait sekolah yang akan dilakukan regrouping, kata Amin, masih akan dilakukan pembahasan dalam waktu dekat.
Sedangkan realisasinya baru akan diberlakukan mulai tahun depan. ”Artinya dengan kekurangan siswa di SD negeri ini kami berbenah diri,” tuturnya.
Di sisi lain, Amin juga menilai keberadaan SD sudah mencukupi untuk menampung anak usia sekolah di tiga kecamatan.
Karena itu, Dikbud Kota Mojokerto tidak akan mengeluarkan izin pendirian sekolah swasta baru di jenjang SD. ”Karena sudah cukup. Yang sedang kita lakukan justru pendirian TK negeri baru,” papar dia.
Tahun ini, dikbud telah mengalokasikan anggaran Rp 1,2 miliar untuk mendirikan TK Pembina Negeri di Kecamatan Kranggan.
Lembaga baru itu akan dibangun satu kompleks dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Pertiwi. ”Sekarang sudah kami masukkan ke lelang untuk kita bagun tahun ini,” beber dia.
Pembentukan TK negeri di wilayah Kecamatan Kranggan bakal dilakukan dengan pengalihan status TK Putri Budi Sejati II menjadi sekolah negeri.
Selain tahap pembangunan, dikbud juga mengajukan proses pembentukan TK negeri pembina yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga akhir tahun ini. ”Jadi, tahun ajaran baru depan baru kita buka TK Negeri Kranggan,” tandas Amin. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah