Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dikbud Kota Mojokerto Larang Perundungan selama MPLS

Fendy Hermansyah • Senin, 17 Juli 2023 | 11:00 WIB

KERJA BAKTI: Tenaga pendidik di SDN Prajurit Kulon 3 Kota Mojokerto membersihkan lingkungan sekolah untuk menyambut siswa di tahun ajaran baru 2023/2024, kemarin.
KERJA BAKTI: Tenaga pendidik di SDN Prajurit Kulon 3 Kota Mojokerto membersihkan lingkungan sekolah untuk menyambut siswa di tahun ajaran baru 2023/2024, kemarin.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun pelajaran 2023/2024 digelar serentak mulai hari ini.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto melarang adanya praktik perundungan dan mewajibkan sekolah untuk menggelar kegiatan yang bersifat menyenangkan pada peserta didik baru.

Kepala Dikbud Kota Mojokerto Amin Wachid menyatakan, mulai hari ini MPLS digelar bersamaan di jenjang PAUD, SD, hingga SMP negeri dan swasta. Selama pelaksanaannya, peserta didik baru akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah baru masing-masing.

”Pada intinya pengenalan harus dibuat semenyenangkan mungkin oleh sekolah,” terangnya, Minggu (16/7).

Khusus untuk jenjang SD, pelaksanaan MPLS akan dilangsungkan selama dua pekan. Dia menyebutkan, kebijakan tersebut dilakukan untuk benar-benar menjalankan transisi dari PAUD ke SD sesuai arahan dari Kemendikbud Ristek.

Dikatakan Amin, persiapan telah dimatangkan sejak pekan kemarin. Dikbud telah mengumpulkan seluruh kepala TK dan guru kelas I SD untuk diberikan sosialisasi dari Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur terkait pelaksanaan MPLS.

”Pelaksanaannya lebih lama karena siswa TK kan lebih banyak bermain, untuk mengenalkan dari bermain ke belajar di SD itu butuh waktu selama dua minggu efektif,” tandasnya.

Di hari pertama ini, Dikbud Kota Mojokerto mengimbau semua sekolah untuk menggelar doa bersama. Selanjutnya, peserta didik baru mulai dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, hingga program-program unggulan sekolah.

Sedangkan untuk jenjang SMP, pelaksanaan MPLS dilaksanakan selama tiga hari. Pagi ini, pembukaan akan dipusatkan di Alun-Alun Wiraraja yang diikuti sebanyak 2.778 siswa dari SMP/MTs negeri dan swasta se-Kota Mojokerto.

”MPLS akan dibuka salawat, doa bersama, hingga gim edukatif,” ulasnya.

Selama pelaksanaan MPLS, Dikbud Kota Mojokerto melarang adanya praktik perundungan di semua jenjang sekolah.

”Yang jelas, anti-bullying tidak hanya teori, tapi harus dipastikan dengan cara masing-masing di sekolah,” terangnya.

Selain itu, seluruh sekolah juga tidak melanggar ketentuan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru.

”Boleh melibatkan kakak kelas, misalnya untuk menyambut adik-adiknya. Intinya jangan sampai ada bullying,” imbuh dia.

Untuk menghindari bullying, tegas Amin, sekolah dilarang memberikan tugas maupun penggunaan atribut yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran. kegiatan MPLS juga dilakukan pada saat jam pelajaran dan dilaksanakan di lingkungan sekolah. (ram/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#lingkungan belajar #kota #dikbud #bulliying #kabupaten #pengenalan #sekola dibuka #mojokerto #mpls #perundungan #melarang