Persis dua tahun lalu, sekolah tersebut menanam lidah buaya berjenis Chinensis Jumbo. Kini, tanaman tersebut menjadi kebanggaan sekolah yang terletak di Desa Ketemasdungus, Kecamatan Puri tersebut.
Kepala SDN Ketemasdungus Yuliana mengatakan, inovasi tersebut berawal dari usia tanaman lidah buaya yang mulai tua. Para guru di sekolah akhirnya menyulap tanaman tersebut menjadi minuman segar dan menyehatkan.
’’Nama produknya kami beri nama Alle Ice. Itu merupakan gabungan dari kata Aloevera dan Lemon,’’ katanya.
Dia menjelaskan, dari tanaman itulah, sambungnya, seluruh warga sekolah dapat memanfaatkan tanaman tersebut. Itu bisa dipergunakan oleh kepentingan pembelajaran maupun kepentingan lain. Seperti, uji coba minuman dari lidah buaya.
’’Hasilnya cukup memuaskan. Dan banyak siswa yang ketagihan dengan minuman tersebut. Saat ini, kita terus berupaya menggencarkan pembuatan produk minuman lidah buaya dan kita jual di kantin sekolah sendiri,’’ tutupnya.
Yuliana menambahkan, minuman ini pun telah mendapat izin dari Kementerian Investasi/ BKPM dan sertifikat halal dari MUI. Kini, diakuinya Alle Ice telah menjadi minuman idola yang dirindukan siswa dan guru di SDN Ketemasdungus, bahkan di luar sekolah.
Adapun, untuk proses pembuatan minuman ini melibatkan siswa kelas V-VI. ’’Semoga kedepannya bisa mendistribusikan produk Alle Ice ini sampai ke luar sekolah,’’ tutupnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah