Lebih dari 1.500 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini. Baik kalangan anak-anak, remaja hingga dewasa antusias mengikuti kegiatan tersebut. Tak tanggung-tanggung, peserta kemah tak hanya dari Mojokerto saja.
Melainkan juga dari berbagai kota seperti Jombang, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Kediri, Blitar, dan sekitarnya. Mereka mulai memadati Camping Ground eLKISI sejak hari pertama.
Meskipun hujan mengiringi awal perkemahan, semangat para santri tak luntur sedikit pun. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati turut hadir membuka acara tersebut secara langsung.
Dalam sambutannya, dia menyatakan kebanggaannya atas kehadiran santri yang tangguh. ”Alhamdulillah, dengan turunnya hujan menjadi isyarat bahwa kalian adalah santri tangguh,” paparnya.
Selama kegiatan, peserta diajak berpartisipasi dalam kegiatan menarik. Di antaranya kajian, fun game, tangkap belut, menanam cabe dan terong, estafet air di kolam renang Edupark, lomba bakiak, pentas seni, dan lomba master chef.
Di samping itu, peserta juga menghabiskan waktu berkemah dengan sejumlah agenda kegiatan seperti tadabur alam, one day one hadis, pentas seni, forum taaruf dan silaturahmi, serta kajian tematik.
Kegiatan ini juga menjadi sarana Ponpes eLKISI Mojokerto untuk mengajak masyarakat agar mendaftarkan buah hati mereka untuk bergabung di Ponpes eLKISI Mojokerto di tahun ajaran 2024-2025 nanti. Hingga kini, terdapat ratusan calon peserta didik baru yang mendaftar ke pesantren ini.
Acara ditutup dengan upacara dan pembagian hadiah kepada puluhan pemenang dari berbagai kategori, Minggu (9/7). Para pemenang mendapatkan piagam penghargaan, uang tunai, dan suvenir.
Ketua Panitia Gebyar Kemah Santri 2023 Ustad Wahid mengatakan, kegiatan ini menjadi ajang yang menggembirakan dan bermanfaat bagi peserta. Sebab, tidak hanya memberikan pengalaman berharga dan kesenangan, kegiatan ini juga bertujuan memberikan kesempatan peserta untuk mengembangkan karakter dan nilai-nilai keislaman.
”Dari kemah santri ini, para peserta selain mendapat hadiah berupa materi, mereka juga mendapat pendidikan karakter. Seperti kedisiplinan, kemandirian, sosial, kompetitif serta nilai-nilai keislaman lainnya,’’ tutur dia.
Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan untuk melibatkan lebih banyak peserta dan memberikan dampak positif yang lebih besar. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah