KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sejumlah proyek perbaikan sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto mulai disorong ke bagian pengadaan barang dan jasa. 10 paket dari total 49 paket pengerjaan fisik dengan pagu total Rp 37,9 miliar kini mulai masuk tender tahap pengumuman paska kualifikasi.
Kabag Pengadaan Barang Dan Jasa (PBJ) Setdakab Mojokerto Yuni laili Faizah, mengatakan, hingga kini lelang yang ada di lingkungan pemda memang belum tuntas. Masih ada sejumlah OPD yang belum menyorongkan dokumen paket pengerjaan fisiknya untuk dilakukan tender. ’’Untuk lelang rehab sekolah yang sudah masuk ke PBJ per kemarin sudah ada sepuluh. Dan sudah diumumkan,’’ ungkapnya.
Sepuluh paket itu di antaranya, enam paket rehabilitasi gedung sekolah meliputi, Rehabilitasi Ruang Kelas TKNP I Trawas dengan pagu Rp 308 juta, SDN Lakardowo pagu Rp 365 juta, SDN Srigading Rp 364 juta, SDN Bendung 2, Rp 274 juta, SDN Trawas 1 Rp 274 juta, dan SDN Tawangrejo Rp 274 juta. Sedangkan empat lainnya, penambahan ruang kelas baru di SDN Singowangi dengan pagu Rp 408 juta, rehabilitasi perpustakaan dan sarana, prasarana, utilitas SMPN 1 Ngoro Rp 899 juta.
Juga, pembangunan RKB dan Laboratorium SMPN 1 Jetis dengan pagu Rp 2,2 miliar, serta jasa konstruksi penambahan ruang kelas baru SMPN 2 Kemlagi dengan pagu Rp 6,1 miliar. ’’Dari sepuluh paket tersebut baru masuk tahap pengumuman paskakualifikasi. Jika tidak ada kendala, tiga minggu tender sudah selesai,’’ tuturnya.
Khusus untuk SMPN 2 Kemlagi, pembangunan ini masuk bagian dari 10 proyek strategis daerah 2023 yang baru dilelang. Selain itu, juga ada dua proyek strategis yang belum dilelang. Masing-masing, pembangunan Puskesmas Kemlagi dengan pagu Rp 2,3 miliar dan pembangunan Puskesmas Tawangsari dengan pagu Rp 1,17 miliar. Sementara tujuh lainnya sudah berproses tender. Bahkan, lima diantaranya sudah pengerjaan.
Menurut Yuni, hingga kini PBG masih menunggu sejumlah paket yang dokumennya belum rampung di OPD pengampu. ’’Yang lainnya masih kami tunggu. Masih proses revisi-revisi dokumen tender, karena ada koreksi sebelumnya,’’ tegas Yuni.
Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pendidikan Dispendik Kabupaten Mojokerto Adi Mahendarto, menegaskan, hingga kini puluhan paket proyek yang menjadi kewenangannya memang baru 10 yang masuk lelang. ’’Masih sepuluh kegiatan, lainnya masih proses,’’ ungkapnya singkat.
Sesuai data, total ada 49 paket pengerjaan fisik dengan pagu total Rp 37,9 miliar dalam kegiatan rehab sekolah tahun ini. Deretan proyek dispendik ini di antaranya pembangunan gedung di TK negeri pembina, SDN, SMPN dan sanggar kegiatan belajar (SKB). ’’Minggu ini (proyek yang dilelang) akan nambah,’’ tambahnya singkat lagi.
Lelang ini meleset dari waktu yang ditargetkan dispendik pada akhir Mei lalu. Sebelumnya, Adi menegaskan, jika percepatan lelang menyesuaikan dengan reviu inspektorat. Termasuk, penentuan harga perkiraan sendiri (HPS) di tiap itemnya. ’’Paling cepat lelang ya akhir Mei ini, kalau tidak begitu ya awal Juni baru bisa masuk tender, karena sampai sekarang juga masih terus berproses,’’ tuturnya beberapa waktu lalu. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah