Tanamkan Nilai Sportivitas, Bakal Jadi Agenda Tahunan
RANGKAIAN lomba olahraga tradisional untuk pelajar SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Mojokerto yang dibuka Senin (10/11) lalu oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa akhirnya resmi berakhir, kemarin (13/11). Helatan lomba yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Mojokerto itu berlangsung sukses dan diharapkan menjadi agenda rutin pada tahun berikutnya.
Seperti yang diutarakan Ketua Umum KORMI Kabupaten Mojokerto Dedy Ardianto, ajang perlombaan olahraga tradisional ini dapat membentuk karakter siswa terutama nilai kebersamaan, pelestarian dan gotong royong. ’’Karena berbasis olahraga masyarakat, jadi ada beragam olahraga tradisional yang kita gelar dalam kegiatan ini. Seperti gobak sodor, egrang, panahan dan lainnya yang menyimpan pelajaran tentang kerja sama, kejujuran dan pantang menyerah maupun sportivitas,’’ katanya.
Menginjak tahun kedua, Dedy menyatakan, animo masyarakat megikuti lomba ini sangat antusiasme. Buktinya, kurang lebih ada 180 lembaga jenjang SD/SMP sederajat yang ikut andil dalam kegiatan ini. ’’Tidak menutup kemungkinan, event ini akan kita gulirkan lagi di tahun berikutnya dan semoga menjadi agenda tahunan, seperti yang diharapkan Gus Bupati,’’ imbuhnya.
Ditambahkan Wakil Ketua II KORMI Kabupaten Mojokerto Aipda Feri Lekatompessy, olahraga tradisional ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Mojokerto untuk membangun sumber daya manusia unggul yang berakar pada nilai-nilai lokal. Terlebih lagi, kegiatan ini dinilai mampu menumbuhkan sportivitas, solidaritas, dan semangat kebangsaan. ’’Ini juga menjadi cara baru untuk meminimalisir anak-anak muda Kabupaten Mojokerto agar tidak bergantung dengan gadget. Sehingga, kita hidupkan lagi dengan lomba olahraga tradisional,’’ ulasnya.
Ketua panitia lomba Sinta Mustika Cintraresmi menyatakan, kegiatan perlombaan yang berlangsung di GOR Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto kali ini disambut antusias para pelajar. Suasana riang, tawa, dan sorak dukungan antarpeserta tampak memenuhi arena lomba. ’’Bisa jadi, di tahun berikutnya jenis olahraga (jenor) yang kita buka tahun depan akan lebih banyak lagi karena melihat antusiasme peserta tahun ini yang sangat luar biasa,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi