Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

FPTI Kabupaten Mojokerto Raih Juara Tingkat Jatim meski Sarana Latihan Minim

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 6 Oktober 2025 | 15:15 WIB

 

 

BERPRESTASI: Atlet FPTI Kabupaten Mojokerto menjadi juara 3 di ajang Piala Wali Kota Surabaya 2025.
BERPRESTASI: Atlet FPTI Kabupaten Mojokerto menjadi juara 3 di ajang Piala Wali Kota Surabaya 2025.

KETERBATASAN sarana latihan tak membuat atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Mojokerto berhenti menorehkan prestasi. Terbaru, salah seorang pemanjat andalan mereka berhasil membawa pulang medali perunggu dari kejuaraan Piala Wali Kota Surabaya 2025.

Prestasi itu diraih Neva Marta yang bertanding di kategori Lead Youth A Putri. Atlet 17 tahun tersebut sukses menjadi juara 3 setelah mengalahkan ratusan peserta lain dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kompetisi panjang tebing Piala Wali Kota Surabaya 2025 ini berlangsung 3-5 Oktober lalu di Taman Bungkul, Surabaya.

’’Hasil ini adalah buah ketekunan berlatih di tengah keterbatasan yang ada. Kami sangat bangga Neva bisa meraih prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Mojokerto,’’ ungkap Ketua FPTI Kabupaten Mojokerto M. Syaiful Faris, kemarin (5/10).

Neva merupakan salah satu atlet andalannya. Dia adalah peraih medali perak Forda II Jatim 2024. Neva juga turun di ajang Porprov IX Jatim 2025 yang digelar di Malang Raya pada Juni-Juli lalu. Perolehan medali perunggu dalam ajang Piala Wali Kota Surabaya baru-baru ini menjadi bukti cabang olahraga (cabor) panjat tebing Kabupaten Mojokerto mampu bersaing dengan daerah lain.

Namun demikian, prestasi itu tak diraih dengan mudah. Neva harus berpindah-pindah tempat latihan demi mempersiapkan diri. Selama ini, para atlet binaan FPTI Kabupaten Mojokerto hanya bisa mengandalkan papan panjat (wall climbing) sederhana milik pelatihnya di Sooko atau menumpang di tempat latihan milik FPTI Kota Mojokerto di halaman GOR Tenis Indoor, Wates, Magersari.

Cara tersebut terpaksa dilakukan karena cabor masih minim sarana latihan.

 

’’Kami mengharapkan dukungan dari KONI maupun Pemkab Mojokerto agar para atlet bisa berlatih secara maksimal dengan menyediakan sarana yang memadai,’’ pinta Syaiful.

Menurutnya, Kabupaten Mojokerto bukannya tak memiliki sarana latihan. Di kantor Disbudporapar terdapat rangka papan panjat yang siap digunakan atlet latihan. Hanya saja diperlukan biaya besar untuk memasang papan dan memindahkannya ke tempat yang telah direncanakan, yakni Taman RTH Sooko. ’’Di RTH sudah ada fondasi untuk wall climbing, tinggal memindah dari Disbudporapar dan dipasangi papan,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#minim sarana latihan #kabupaten mojokerto #tingkat Jawa Timur #panjat tebing #FPTI #raih juara