Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gelora Ahmad Yani Ditutup Sementara. Ini Alasan Pemkot Mojokerto

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 6 Agustus 2024 | 19:00 WIB
STERIL: Tanda peringatan penutupan Gelora Ahmad Yani mulai 30 Juli-17 Agustus terpasang di akses masuk kompleks olahraga itu, kemarin (5/8).
STERIL: Tanda peringatan penutupan Gelora Ahmad Yani mulai 30 Juli-17 Agustus terpasang di akses masuk kompleks olahraga itu, kemarin (5/8).

 KOTA – Kegiatan masyarakat di Gelora Ahmad Yani, Kota Mojokerto dibatasi sementara waktu.

Akses ke kompleks olahraga tersebut ditutup untuk umum hingga pekan depan lantaran dipakai berlatih pasukan pengibar bendera 17 Agustus.

Pemkot memastikan aktivitas olahraga dan latihan atlet tak tertanggu lantaran penutupan tak berlangsung 24 jam.

 Penutupan Gelora A. Yani untuk umum sudah berlangsung sepekan terakhir, tepatnya sejak Diklat Paskibra 2024 dibuka pada Selasa (30/7).

Sebanyak 75 calon pasukan pengibar bendera menjalani serangkaian latihan sebelum bertugas dalam upacara HUT Ke-79 RI yang akan digelar Sabtu (17/8).

 Program latihan oleh Bakesbangpol Kota Mojokerto ini berlangsung hampir seharian, dari pukul 06.00 sampai 17.00 WIB.

Selama itu pula, akses masuk gelora ditutup. ”Tapi, kalau ada yang jogging sampai jam 7 pagi masih bisa,” kata salah satu peserta diklat kemarin.

 Hal serupa dikatakan Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono. Menurutnya, pembatasan akses dilakukan secara fleksibel.

 Selain masyarakat umum yang masih bisa berolahraga pagi, Dodik juga memastikan kegiatan atlet tak tertanggu.

Salah satunya sekolah sepak bola (SSB) yang tetap bisa berlatih pada sore hari. ”Mereka latihannya kan di tengah lapangan, jadi bisa sama-sama berjalan,” tutur dia.

 Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Mojokerto itu, anggota paskibra membutuhkan konsentrasi tinggi selama latihan.

Sebab, mereka menjadi petugas penting dalam upacara Agustusan. Sterilisasi tempat pun dinilai perlu selama proses penggemblengan ini.

 Dodik menyebut pemilihan tempat diklat juga disesuaikan dengan upacara tahun ini yang akan digelar di stadion tersebut.

Hal ini, didasarkan pada kapasitas gelora yang mampu menampung peserta lebih banyak. ”Kalau di alun-alun seperti sebelumnya terlalu sempit. Jadi tahun ini upacara HUT RI akan digelar di Gelora A. Yani,” tandasnya. (adi/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#Kota Mojokerto #gelora ahmad yani