Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dana Pembinaan Atlet Minim, TC Porprov Kota Terancam Gagal

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 12 Juni 2024 | 22:06 WIB
INDUK OLAHRAGA: Kantor KONI Kota Mojokerto di Jalan Ronggo Lawe, samping Gelora Ahmad Yani. Semua cabor yang mengajukan dana pembinaan disetujui dengan besaran berdasar kebutuhan dan prestasi.
INDUK OLAHRAGA: Kantor KONI Kota Mojokerto di Jalan Ronggo Lawe, samping Gelora Ahmad Yani. Semua cabor yang mengajukan dana pembinaan disetujui dengan besaran berdasar kebutuhan dan prestasi.

 KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Persiapan atlet Kota Mojokerto menghadapi Porprov IX 2025 Malang Raya bisa jadi tak maksimal.

Pasalnya agenda pemusatan latihan (training center/TC) yang direncanakan mulai tahun ini terancam gagal imbas minimnya dana hibah pembinaan.

Terlebih usulan tambahan anggaran di Perubahan APBD belum tentu disetujui.

 KONI Kota Mojokerto berencana menggelar TC atlet yang dipersiapkan turun di porprov mulai akhir tahun ini.

Guna menggulirkan program pemusatan latihan itu, induk organisasi olahraga tersebut mengusulkan tambahan anggaran hibah dengan besaran antara Rp 500 juta sampai Rp 1 Miliar ke Pemkot Mojokerto.

 ’’Pihak KONI berharap betul dana tambahan lewat PAK (perubahan anggaran keuangan) bisa direaliasikan, karena dana itu rencananya digunakan TC atlet yang dipersiapkan untuk porprov 2025,’’ tutur Sekretaris KONI Kota Mojokerto Bambang Arief Pudji.

 Usulan tambahan di P-APBD 2024 dilakukan lantaran dana hibah yang diterima belum memadai. Tahun ini, hibah sebesar Rp 2,5 miliar digelontor pemkot ke KONI.

Dana itu dibagi untuk anggaran operasional KONI sebesar Rp 956 juta dan sebanyak Rp 1,54 miliar dibagi ke 37 cabang olahraga (cabor) untuk pembinaan atlet. Dengan besaran ini, setiap cabor menerima anggaran bervariasi dari Rp 20-100 juta.

 Dana sebesar itu dirasa masih kurang untuk kegiatan atlet selama setahun. Misalnya, cabor dengan dana Rp 20 juta hanya bisa mengikuti 2-3 kejuaraan.

’’Belum biaya latihan rutin, akomodasi keluar daerah, bayar pelatih. Jadi, lebih banyak pengeluaran mandiri,’’ ujar seorang pengurus cabor.

 Dengan kondisi demikian, Bambang berharap tambahan dana dapat terealisasi. Terlebih porprov 2025 semakin dekat. Tanpa persiapan matang salah satunya lewat TC, prestasi di tahun depan bisa saja jeblok. ’’Kalau tidak ada dananya, apa yang mau dipakai untuk TC,’’ lontarnya.

Baca Juga: Saat Lajang, Briptu Dila Jadi Rebutan Sesama Polisi

 Sebelumnya, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto Rachmi Widjajati memastikan akan mengusulkan penambahan dana hibah KONI dalam PAK APBD 2024.

Namun, dipenuhi atau tidak, tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) yang berwenang memproses usulan akan mempertimbangkan ketersediaan anggaran daerah. (adi/fen)

Editor : Imron Arlado
#Porprov IX 2025 Jatim #minim #training center (TC) #dana hibah #koni kota mojokerto