KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Cabor jujitsu Kabupaten Mojokerto membawa misi besar di Porprov IX 2025 Malang Raya.
Mereka menargetkan mampu membawa pulang medali emas setelah pada porprov tahun lalu hanya meraih perunggu.
Guna memenuhi target itu, Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Kabupaten Mojokerto terus mempersiapkan belasan atlet binaan.
Salah satunya dengan mengukur kematangan atlet melalui berbagai kejuaraan. ”Kami mencari bibit-bibit atlet baru yang andal untuk porprov,” ujar Iwan Triyono, salah satu pengurus di PBJI Kabupaten Mojokerto, kemarin.
Kejuaraan jujitsu itu seperti yang diikuti di Ngawi pada 17-19 Mei lalu. Sebelas atlet binaan dari berbagai kelompok umur (KU) diturunkan.
Hasilnya, masing-masing berhasil meraih satu keping medali. Total 11 medali itu meliputi, 3 medali emas, 5 perak, dan 3 perunggu.
Iwan menyatakan, melalui ajang ini, pihaknya juga mengamati perkembangan atlet.
Petarung yang dinilai memiliki kematangan akan dipromosikan untuk tampil di porprov tahun depan. Baik matang dari segi kemampuan maupun mental.
Hal ini dilakukan selaras dengan misi PBJI untuk meraih minimal satu medali emas Porprov IX 2025. Iwan menyebut hal itu sudah menjadi target pengurus maupun KONI.
”Sebagai peraih medali perunggu Porprov 2023, kami yakin mampu bersaing dan merebut medali emas di Porprov 2025,” tegasnya.
Pada Porprov VIII Jatim 2023 lalu, kontingen jujitsu Kabupaten Mojokerto mendulang dua medali perunggu.
Masing-masing diraih oleh Sayyid Haydar Yahya dari kelas pertandingan fighting system 62 kilogram (kg) putra dan Nabila Agustina Susanto dari fighting system 55 kg putri.
Dalam kejuaraan di Ngawi pekan lalu, dua atlet andalan ini termasuk bagian dari 11 atlet peraih medali.
Sayyid Haydar Yahya mendapat medali emas dari kelas aspirant under 55 kg, sedangkan Nabila meraih perunggu dari kelas aspirant under 52 kg. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi