KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Cabor petanque Kota Mojokerto sepertinya tak mau melewatkan setiap kesempatan berkompetisi.
Baru pekan lalu melawat ke Salatiga dalam kejuaraan U-15, kini mereka sudah mempersiapkan diri menghadapi ajang Banyumas Open di Jawa Tengah.
Ketua Harian Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Mojokerto Nanang Agustri Arisandy mengatakan, Banyumas Open akan digelar pada Juni mendatang.
Kendati belum mendapat informasi kepastian tanggal pertandingan, pihaknya kini mulai mempersiapkan diri. ”Kita jadi tim undangan,” ucapnya, kemarin (24/5).
Semenjak awal pekan ini para atlet sudah kembali berlatih guna menghadapi kejuaraan terbuka tersebut.
Sebelumnya mereka baru saja tiba dari Kota Salatiga, Jawa Tengah, untuk tampil di kompetisi petanque U-15. Dalam kejuaraan yang berlangsung selama dua hari itu, 17-18 Mei, dua medali meliputi emas dan perak berhasil diraih.
Dalam lawatannya lagi ke Jawa Tengah bulan depan, Nanang berencana membawa atlet senior.
”Karena kejuaraan di Banyumas ini sifatnya open, jadi tidak ada kategori usia, yang turun ini nanti pemain-pemain nasioanal semua,” ujarnya.
Mereka yang akan diturunkan adalah atlet-atlet usia 17 tahun ke atas yang dipersiapkan untuk Porprov IX Jawa Timur 2025 Malang Raya. Kejuaraan ini menjadi bagian dari pemanasan atlet sebelum turun di ajang multievent dua tahunan tersebut.
Setidaknya terdapat dua atlet senior yang dibina FOPI Kota Mojokerto. Namun, mereka saat ini telah masuk tim Jatim untuk PON 2024 dan tim Unesa yang akan berkompetisi di liga mahasiswa.
Nanang menyatakan, apabila kedua tak bisa ikut ke Banyumas, pihaknya akan menurunkan atlet junior alias kelompok umur (KU).
Hal ini sekaligus menjadi kesempatan atlet dari U-16 dan U-15 untuk menguji mental bertanding.
”Kita akan coba atlet junior naik kelas ke senior,” ujarnya. Meski berada di kelas junior, sejumlah atlet andalan kota telah menorehkan sejumlah prestasi di tingkat regional maupun nasional. Mereka pun diyakini mampu bersaing di ajang terbuka di Banyumas nanti. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi