Bertujuan agar proses belajar mengajar lebih efektif dan mudah diterapkan, ada banyak ragam media pembelajaran yang bisa diaplikasikan.
Salah satunya dengan menggunakan produk jurnalistik seperti media cetak.
Seperti yang dilakukan di SMP Negeri 4 Mojokerto.
Tak jarang, lembaga ini masih kerap melakukan pembelajaran menggunakan surat kabar pada mata pelajaran tertentu.
Kegiatan ini dinilai membuat para siswa antusias dan aktif untuk belajar.
’’Bisa diterapkan di mata pelajaran IPS atau Pendidikan Pancasila, kadang juga Bahasa Indonesia. Biasanya kita pakai untuk dibuat kliping dan dianalisa oleh siswa dari karya jurnalistik yang ada di koran,’’ kata Ida Alifiatin, guru kelas SMPN 4 Mojokerto.
Melalui media pembelajaran dari koran, dia menyatakan siswa diharapkan lebih peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Sebagai bahan analisa siswa, mereka ditugaskan secara berkelompok menemukan artikel tentang permasalahan sosial atau lingkungan melalui media cetak, kemudian digunting dan ditempelkan pada lembar tugas.
’’Siswa secara berkelompok menuliskan hasil analisanya kedalam buku atau kertas manila. Biasanya materi yang diulas tentang permasalahan sosial dan penyebab mengapa masalah itu timbul. Suasana pembelajaran lebih hidup jika dibalut dengan proses mengumpulkan data dari koran,’’ ungkap Fia, panggilan akrabnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 4 Mojokerto Mochamad Yasin menambahkan, di tengah era digital ini, sekolah dan guru tak lagi menjadi satu-satunya tempat dan sumber belajar.
Sebab, proses pembelajaran kini tak lagi terbatas tempat dan waktu.
’’Termasuk juga dengan memanfaatkan koran sebagai bahan ajar dalam proses kegiatan belajar mengajar. Sampai saat ini, justru koran masih menjadi salah satu sumber bahan ajar agar pembelajaran lebih interaktif,’’ ujarnya.
Di kurikulum merdeka, media cetak masih digunakan sebagai sumber berita untuk membahas pembelajaran kontekstualisasi.
Tugas berupa kliping tentang fenomena sosial, lingkungan hidup, serta kesehatan dinilai seringkali dekat dengan materi pelajaran dipresentasikan di depan kelas.
’’Rubrikasi yang terdapat dalam media massa isinya beragam, sesuai fakta dan kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan ini, siswa diajak belajar langsung dan konkret tentang kehidupan masyarakat dengan berbagai macam persoalan yang berkaitan dengan objek pelajaran,’’ jelas Yasin.
Tak hanya itu, pria yang kerap menjadi narasumber Platform Merdeka Mengajar (PMM) ini menyatakan, memberikan pengalaman nyata yang dicontohkan dari produk media massa adalah cara efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pada siswa.
Termasuk menganalisa kejadian atau insiden yang diberitakan di koran dan menjadi sumber pembelajaran.
’’Capaian pembelajaran di ranah kognitif, psikomotor dan afektif siswa akan lebih lengkap dengan kontekstualisasi peristiwa terdekat terjadi di sekitar kita, lewat metode media pembelajaran yang bersumber dari media cetak,’’ pungkas dia. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah