Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dispendik Kabupaten Mojokerto Lestarikan Budaya dan Asah Kreativitas Siswa

Fendy Hermansyah • Jumat, 2 Juni 2023 | 12:02 WIB
DIAPRESIASI: Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono foto bersama dengan peserta didik yang membawakan tarian kreasi tradisional di acara launching produk air minum MASA, Rabu (31/5). (Indah Oceananda/JPRM)
DIAPRESIASI: Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono foto bersama dengan peserta didik yang membawakan tarian kreasi tradisional di acara launching produk air minum MASA, Rabu (31/5). (Indah Oceananda/JPRM)
SEMANGAT pelestarian budaya dan mengasah kreativitas peserta didik terus digaungkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto. Salah satunya dengan penampilan tari kreasi tradisional dari pelajar Kabupaten Mojokerto di beragam acara pemerintahan.

Seperti saat launching produk air minum MASA milik Perumdam Mojopahit, Rabu (31/5). Dalam kegiatan tersebut, SMPN 1 Puri dan SMPN 2 Gedeg berkesempatan menampilkan hasil karya tari tradisional kreasi mereka. Dengan mengambil tema tari air, tarian yang diberi nama Tirto Pawitro Sari ini berhasil memukau para tamu yang hadir. ”Tari kreasi tradisional menjadi salah satu upaya kami melestarikan sekaligus mengajarkan serta mengasah kreativitas peserta didik untuk mencintai budaya dan berani tampil di hadapan publik,” ujar Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik Kabupaten Mojokerto Mujiati.

Dia menjelaskan, nama tarian Tirto Pawitro Sari memiliki makna tersendiri. Itu diambil dari kata Tirto yang berarti air, Pawitro dengan makna suci, serta sari yang berarti inti. Tarian ini dinilai selaras ditampilkan saat peluncuran produk air minum MASA Perumdam Mojopahit. ”Kolaborasi antarsiswa dalam tarian ini juga tergambar sehingga mampu menceritakan makna tarian kepada para tamu,” bebernya.

Photo
Photo
LUWES: Peserta didik SMPN 1 Puri dan SMPN 2 Gedeg menampilkan tari kreasi tradisional Tirto Pawitro Sari.

Selain itu, Mujiati menyebutkan tari ini menggambarkan kebiasaan perempuan di kaki Gunung Penanggungan. Mereka digambarkan sedang mengambil air di sebuah mata air Petirtaan Jolotundo, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. ”Gerakan-gerakan dalam tari ini mengisyaratkan situasi kegembiraan ketika mencari air sebagai sumber kehidupan, sambil membawa kendil dan menikmati keindahan alam Kabupaten Mojokerto,” tandasnya.

Dia berharap, tak hanya melalui penampilan di berbagai kegiatan, tari kreasi tradisional yang dimiliki oleh Kabupaten Mojokerto mampu dipelajari dan disukai oleh anak muda. Hal itu untuk menjaga kelestarian nilai budaya dan sejarah yang dimiliki Bumi Mojopahit. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#bupati mojokerto #kabupaten mojokerto #Majapahit #pemkab #Pemkot Mojokerto #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #trawas #pacet #bupati ikfina #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #lestarikan budaya #mojokerto #asah kreativitas #dinas pendidikan #soekarno #trowulan #onde-onde #siswa