Kepala TKIT Sulfi Sufairoh mengatakan, masa golden age atau usia emas merupakan periode yang sangat penting bagi anak. Sebab, pada usia 0-5 tahun, anak mengalami fase tumbuh dan berkembang dengan pesat. ”Sehingga, stimulasi yang diberikan dengan tepat kepada anak akan mampu memberikan dampak yang sangat berharga pada kehidupannya kelak di masa yang akan datang,” terangnya.
Salah satu yang sangat penting ditanamkan bagi anak usia dini adalah keterampilan hidup atau life skill. Sulfi menjelaskan, keterampilan hidup mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian anak. ”Karena orang tua tidak selamanya akan menemani anak di kehidupannya. Maka, kemandirian menjadi bekal yang berarti bagi masa depan anak,” tuturnya.
Menggunakan metode pembelajaran Beyond Centre dan Circle Time (BCCT), lembaga yang beralamat di Jalan Raya Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini mengembangkan keterampilan hidup anak melalui sentra practical life. Diuraikan Sulfi, pembelajaran di sentra ini mengutamakan kemampuan merawat diri dan merawat lingkungan.
Sulfi memaparkan, penanaman kemampuan merawat diri akan memberikan sarana kepada anak-anak supaya bisa membantu dirinya sendiri. Di samping itu, anak-anak juga diajak melakukan banyak aktivitas merawat diri yang mengajarkan tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan tubuh. ”Kegiatan merawat diri yang dilakukan seperti menyisir rambut, memakai baju, menyikat gigi, membersihkan sepatu, mencuci kaus kaki dan sebagainya,” tandasnya.
Tak hanya itu, pada kegiatan sentra practical life anak juga diajarkan hidup berdampingan dengan mahluk hidup lainnya. Baik sesama manusia, maupun dengan tanaman dan hewan. Dalam praktiknya, anak didik TKIT Permata menyiram tanaman, menyapu, membersihkan meja, hingga mencuci piring dalam kegiatan merawat lingkungan.
Sulfi menambahkan, keterampilan hidup tidak hanya diajarkan pada sentra. Tetapi, pembiasaan kemandirian juga setiap hari dilakukan anak-anak. Di antaranya mencuci tangan, melepas dan memakai sepatu sendiri. ”Aktivitas sehari-hari yang dilakukan anak-anak akan menjadi sebuah keterampilan jika selalu diulang-ulang,” papar dia.
Diharapkan, pembelajaran life skill sejak usia dini mampu menjadikan anak-anak yang mandiri dan mampu mengatasi masalah sendiri ketika lulus dari TKIT Permata. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah