KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang siswi di SMKN 1 Kemlagi mengalami depresi mental setelah diduga dimarahi gurunya di sekolah. Kini ia harus menjalani pendampingan intensif dari psikolog untuk memulihkan traumanya.
Berdasarkan keterangan sumber internal, Senin lalu (16/1), sepuluh siswa kelas XI dipanggil oleh Ema Maliachi, salah satu guru. Mereka dipanggil akibat tak mengindahkan perintah Ema yang merupakan guru privat mereka. ”Sepuluh anak dari berbagai jurusan itu les privat ke Ema. Mereka bolos les, terus Pak Ema marah, mereka dikeluarkan dari grup Whatsapp. Nah, kemarin (Senin, Red) dipanggil ke ruangannya dimarah-marahin lagi,” ujarnya.
Disebutkannya, guru tersebut memanggil satu persatu siswanya ke ruangan. Di situ, mereka ditanya alasan tak menghadiri les privat di rumahnya. DN, salah satu siswi menangis karena dibentak oleh sang guru. Saat salah satu temannya hendak menenangkan DN, Ema justru memukul kaki siswa tersebut. ”DN ketakutan lihat temannya dipukul kakinya, karena posisi dia juga mau menyerahkan laporan PKL tapi dimarah-marahi,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya itu.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Kemlagi Agus Ubaidillah saat dikonfirmasi mengaku, Senin lalu (16/1) sempat memanggil psikolog untuk melakukan pendampingan pada siswi yang bersangkutan. Sebab, siswi tersebut tak kunjung berhenti menangis. Pihaknya juga sudah memanggil seluruh orangtua siswa yang terlibat dalam kasus tersebut. ”Semua wali murid sudah kita panggil kemarin dan sudah kita damaikan. Yang satu siswi itu kita berikan pendampingan dari psikolog biar nggak trauma,” ulasnya.
Siswi jurusan akutansi itu kini terus menjalani terapi dari psikolog yang didatangkan oleh pihak sekolah. Tak hanya itu, Agus menyebutkan, pihaknya juga bakal menindaklanjuti dari pihak guru yang diduga memberikan kekerasan psikolog pada siswa. ”Bisa jadi nanti kita keluarkan juga, ini masih proses tindak lanjut dulu biar kasusnya tidak melebar ke mana-mana. Yang penting semua sudah damai,” imbuh dia.
Kasi Pendidikan SMA-SMK Cabdindik Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Eko Heri Prihartono mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti laporan kekerasan yang terjadi di SMKN 1 Kemlagi. Dia memastikan, kasus tersebut berujung damai. ”Sudah ditangani sendiri oleh sekolah, siswi yang bersangkutan sudah dapat pendampingan intensif dari psikolog. Mungkin besok akan kami tinjau lagi untuk kasus tersebut,” tandasnya. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah