Kepala Cabdindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Trisilo Budi Prasetyo mengatakan, penguatan karakter diwujudkan dalam program istigasah yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali pada hari Jumat. ’’Kita sudah mulai program ini sejak Februari lalu. Sudah berjalan 24 episode melalui zoom,’’ ujarnya.
Program ini tidak hanya dilakukan siswa muslim saja. Namun juga diterapkan bagi siswa beragama Kristen/Katolik setiap Sabtu. Dampaknya, banyak SMA, SMK, SLB yang rutin melaksanakan salat Duha sebelum pelajaran. ”Selain religi, mereka juga akhirnya bisa melestarikan budaya bangsa Indonesia. Seperti mencium tangan kepada orang tua, melaksanakan doa sebelum pelajaran dimulai," katanya.
Sedangkan program inovasi sekolah, cabdindik menginstruksikan seluruh lembaga agar seluruh kepala sekolah membentuk inovasi. Itu dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. ’’Hasil inovasi ada banyak yang ditelurkan oleh lembaga pendidikan ini. Baik SMA, SMK serta SLB,’’ beber Trisilo.
Salah satu inovasinya, pelaksanaan program percepatan implementasi kurikulum dua kali dalam sepekan. Penerapan ini dilaksanakan setiap pukul 13.00 siang melalui zoom. ’’Program ini satu-satunya di Jawa Timur yang dilaksanakan secara bersamaan,’’ ungkapnya.
Berdasarkan data Cabdindik Kabupaten dan Kota Mojokerto selama 2022, terdapat 375 prestasi yang diraih. Baik tingkat nasional, provinsi dan internasional. ’’Dengan program ini pula, Cabdindik Mojokerto berhasil menyabet dua penghargaan pada 2022 kemarin dari Gubernur Provinsi Jawa Timur,’’ tandasnya. Adapun, dua penghargaan itu yakni, Juara 1 Kepala Cabang Inspiratif dan Inovatif 2022, serta Kepala Cabang Terbaik Sebagai Pembina BPOPP 2022. (oce/ron/adv)
Editor : Fendy Hermansyah