Digelar di halaman sekolah SMPN 2 Mojosari, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, acara yang digagas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto itu sekaligus memberikan pelayanan pemeriksaan dan edukasi gizi seimbang terhadap para siswi SMPN 2 Mojosari.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, saat ini Indonesia menghadapi permasalahan cukup besar yakni terkait stunting. Balita yang gagal tumbuh salah satunya diakibatkan kurang darah atau anemia pada ibu hamil. Kekurangan darah tidak hanya terjadi saat ibu hamil saja. ’’Anemia juga dapat menimpa perempuan saat usia remaja. Jadi kita harus bersama-sama berupaya bagaimana semua yang ada di sini tidak ada kekurangan darah. Menstruasi salah satu penyebab wanita kekurangan darah sehingga para siswa agar mengkonsumsi makanan mengandung zat besi,” ungkapnya.
Makanan mengandung zat besi menjadi pendukung utama dalam memproduksi sel darah merah. Seperti bayam, kacang-kacangan dan makanan yang paling tinggi kandungan zat besinya yaitu hati, bisa hati ayam, hati kambing, hati sapi, udang dawu dan kuning telur. ’’Sepertiga hingga dua pertiga remaja putri mengalami kekurangan darah. Sehingga hal ini dapat membahayakan remaja putri yang kekurangan zat besi tidak hanya mengakibatkan kekurangan darah. Namun juga menyebabkan otak lebih lama berpikir dan sulit konsentrasi,” terangnya.
Bupati menambahkan, ada dua faktor yang dapat menghambat dan mempercepat penyerapan zat besi pada tubuh. Misalnya, minum kopi dan teh sebelum satu jam makan dapat menghambat penyerapan zat besi. Penyerapan bisa berbentuk ferri dan ferro. ’’Ketika ada zat asam di dalam perut maka bentuknya ferro akan mudah diserap,’’ tandasnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Eka Wahyu Hidayati mengatakan, kegiatan ini untuk mempererat persaudaraan dan komunikasi keluarga besar SMPN 2 Mojosari. Dia menjelaskan, jika kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aksi bergizi dalam rangka penurunan anemia pada remaja. Khususnya remaja putri di Kabupaten Mojokerto yaitu dengan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri secara serentak . ’’Selain minum tablet tambah darah, juga ada kegiatan edukasi gizi, penyuluhan kesehatan,’’ ujarnya. (bas/ron)
Editor : Fendy Hermansyah