PONDOK Pesantren Nurul Islam Pungging memperingati Hari Guru Nasional 2022 dengan menggelar doa untuk keselamatan bangsa dan korban gempa Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11). Acara ini diikuti sekitar 6000 santri yang terbagi dalam dua sesi.
Acara dimulai jam 07.30 pagi di Ponpes Nuris 2 dilanjutkan ke Ponpes Nuris 1 mulai jam 10.00 hingga selesai. Selanjutnya, penampilan lagu bertemakan hari Guru oleh paras siswa. Acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh pengasuh Ponpes Nurul Islam KH Dr Ahmad Sidiq SE MM. HGN ini turut dihadiri oleh guru, ustaz dan ustazah yang mengabdi di pondok pesantren serta santri santriwati yang mondok di pesantren ini.
Usai acara dilaksanakan sesi foto bersama yang dilanjutkan acara ucapan terima kasih dari para santri santriwati kepada ustaz- ustazah yang ditandai pemberian rangkaian bunga dan buket bunga diberikan kepada guru-guru yang hadir dalam acara tersebut. Nampak beberapa santri meneteskan air mata tanda begitu sayang dan berterima kasih kepada guru-guru yang telah mengikhlaskan diri untuk memberikan ilmu dan membimbing membina mereka hingga saat ini.
Dalam amanatnya, pengasuh Ponpes Nurul Islam KH Dr Ahmad Sidiq SE MM mengatakan, dalam HGN tahun ini, diisi dengan doa bersama dan istighotsah untuk bangsa Indonesia dan korban gempa Cianjur. Menurutnya, doa ini demi keselamatan bangsa dan kehidupan bermasyarakat yang rukun dan harmonis lahir batin, dan mendoakan para korban bencana gempa di Cianjur Jawa Barat diberikan ketabahan. ’’Mari kita panjatkan doa kepada Allah SWT bagi saudara kita di Cianjur dan sekitarnya yang terdampak bencana gempa. Semoga diberikan kekuatan dan keikhlasan,’’ ujarnya.
Dia juga berpesan, jadilah guru yang bisa dicontoh, ditiru, dan digugu. Guru memang tidak hebat, tapi semua orang hebat karena peran seorang guru. ’’Kami mengingatkan pada santri dan santriwati yang mondok maupun yang sudah alumni untuk memuliakan gurunya. Karena berkah ilmu adalah mulianya kita memandang guru,’’ tandasnya.
Sementara itu, Kepala MTS Nuris Muhammad Ikhsan mengatakan, gempa ini menyebabkan puluhan orang tewas dan ratusan orang terluka. Pihaknya turut berduka dan prihatin atas peristiwa yang terjadi. Ia pun mengajak segenap keluarga besar Ponpes Nuris dan santri untuk memanjatkan doa. ’’Selain HGN doa bersama dari para santri ini merupakan wujud keinginan untuk bangsa tetap pada kedamaian. Alhamdulillah, semua yang ada di Ponpes Nuris 1 dan Nuris 2 memanjatkan doa, agar bangsa ini ada dalam keselamatan,’’ pungkasnya. (bas/ron)
Editor : Fendy Hermansyah